Trauma Masa Kecil dan Efeknya Bagi Fisik dan Mental


Saat masih kecil, tidak sedikit orang mengalami kejadian yang sulit dilupakan sehingga dampaknya bisa menjadi trauma. Hal ini dapat menyebabkan perubahan fisik pada otak kandungan kimia didalamnya. Kondisi ini dapat berlangsung seumur hidup apabila tidak mendapatkan penanganan yang benar.

Definisi Trauma Masa Kecil

Trauma masa kecil merupakan peristiwa yang dialami seorang anak dan sifatnya mengancam kehidupan. Trauma masa kanak-kanak menurut psikologi diklasifikasikan dalam studi The Adverse Childhood Experiences Study (ACE’a) yang serius. Saat masa kanak-kanak, seseorang dapat melalui berbagai pengalaman traumatic psikologis, seperti kehilangan, kekerasan, kurang kasih saying maupun pelecehan fisik.

Parahnya, trauma masa kecil tersebut dapat memiliki efek buruk yang berlangsung seumur hidup, karenanya, sangat penting untuk kamu mengenali tanda-tanda secara psikologis jika seseorang memiliki trauma masa kecil.

Apa saja Efek Trauma Masa Kecil?

  • Kesulitan dalam mengatur Emosi

Ttrauma masa kecil yang tidak diatasi dengan baik dapat menyebabkan gangguan PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder) atau gangguan stress pascatrauma. Salah satu masalah yang ditimbulkan adalah hyperarousal. Kondisi ini membuat seseorang tidak bisa mengatur emosi dengan baik karena ada trauma di masa sebelumnya. Seseorang dengan hyperarousal cenderung bereaksi saat itu juga baru berpikir kemudian.

  • Menjadi seorang yang Pasif

Tidak pernah dipercaya untuk melakukan tindakan yang berarti dan tidak pernah diberi kesempatan untuk mengutarakan pendapat semasa kanak-kanak bisa membuat Anda tumbuh menjadi pribadi yang pasif. Dikarenakan, Anda merasa trauma jika nantinya pendapat yang Anda berikan akan mngundang amarah, cemoohan atau bahkan langsung diusir oleh orang lain.

  • Selalu Menyalahkan Diri Sendiri

Selalu dimarahi dan disalahkan semasa kecil meski murni bukan kesalahan Anda, bisa menyebabkan munculnya sifat rendah diri di kemudian hari. Tidak hanya itu, kejadian tersebut juga bisa membuat Anda selalu merasa bertanggung jawab terhadap semua kesalahan yag terjadi di sekeliling. Padahal terus menerus menyalahkan diri sendiri bisa menimbulkan kelelahan batin sehingga menjadi depresi. Keadaan ini bisa berujung pada pemikiran untuk melakukan bunuh diri.

  • Sulit menerima kritik dari orang lain

Alas an seseorang trauma masa ecil tidak menerima kritik dengan baik bisa terjadi jika dulu secara mental dan emosional anak sering diabaikan oleh orangtua atau orang-orang terdekatnya. Sehingga ia tidak dapat menerima kritikan sekeceil apa pun sebab emosi yang selalu didahulukan. Itu berarti, perhatian dan kasih sayang dari orang tua adalah penting bagi perkembangan psikologis anak.

  • Hidup dengan Kepalsuan

Dilansir dari psychology Today, ciri-ciri seseorang yang membawa luka emosional masa kecil hingga dewasa ditunjukkan dengan menciptakan kepribadian palsu.  Sebagai anak, Anda mungkin ingin orang tua menyayangi dan merawat Anda dengan baik. Namun, ketika orang tua tidak melakukan hal tersebut, Anda akan mencoba berubah mejadi tipe anak yang dicintai oleh mereka.

Perlu diketahui, mengubur perasaan terlalu lama dan berpura pura menjadi “orang lain” dapat menghilangkan jati diri Anda yang sebenarnya. Sebab, Anda akan merasa rtakut apabila “topeng” itu terjatuh dan orang-orang tidak akan mencintai, menerima dan memerhatikan Anda lagi.

Baimana Mengatasi Trauma?

Jika Anda terus menerus dihantui oleh kejadian traumatis di masa lalu hingga merasa stress dan depresi, ada beberapa cara untuk mengatasi trauma yang bisa dilakukan. Berikut ini beberapa cara mengatasi trauma:

Makan dan tidur teratur

Salah satu cara yang perlu ANda lakukan untuk mengatsi trauma adalah menjaga kesehatan diri sendiri dengan menjalani pola hidup sehat. Menurut HelpGuide, Anda tetap harus memperhatikan pola makan dan pola tidur meski sedang mengalami post-traumatic stress disorder (PTSD) atas suatu hal buruk yang terjadi di dalam hidup.

Pilihlah makanan yang sehat, hindari makanan cepat saji, makanan manis dan berbagai makanan tak sehat lainnya karena dapat memperparah gejala PTSD. Lebih baik tingkatkan konsumsi buah dan sayuran segar, protein dan makanan yang mengandung lemak sehat.

Sementara, pola tidur buruk dan bahkan Anda kurang tidur dapat memperparah gejala trauma yang Anda alami. Bahkan kebiasaan tak sehat ini juga akan mempersulit Anda dalam mengendalikan keseimbangan emosional yang ada pada diri Anda.

Rutin Berolahraga

Saat berolahraga, tubuh Anda ak n memproduksi hormone endorphin yang lebih banyak untuk mengembalikan suasana hati menjadi lebih baik. Tak hanya itu, rutin berolahraga juga dapat membantu memperbaiki sistem saraf Anda sehingga Anda dapat terbebas dari perasaan trauma yang selama ini menghantui Anda. Anda dapat mencoba berolahraga setidaknya 30 menit setiap harinya.

Yoga

Yoga dapat membantu menghilangkan trauma. Dengan yoga, seseorang lebih sadar akan kondisi dirinya dan lingkungan di sekitar sehingga membuka berbagai pilihan yang berbeda. Ketika seseorang sadar akan pilihan-pilihan yang ada dalam hidupnya, dia akan dapat membuat keputusan sendiri dengan baik.

Menururt McNeil yoga membantu seseorang menerima kondisinya sendiri dan mengendalikannya. Banyak orang yang kecanduan alcohol sebagai bentuk pelarian karena ia tidak siap dan tidak ingin menghadapi kenyataan yang ada di hidupnya.

Sumber:  https://www.halodoc.com/artikel/trauma-masa-kecil-bisa-sebabkan-gangguan-kepribadian-ambang, https://www.idntimes.com/life/inspiration/siska-arifa/tanda-trauma-masa-kecil-c1c2/3/full, https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3617342/4-dampak-trauma-masa-kecil-pada-orang-dewasa, https://hellosehat.com/mental/stres/cara-menghilangkan-trauma/, https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160317185612-277-118152/mengenal-yoga-untuk-atasi-trauma,

Share on :