Seni untuk Terapi Kesehatan Mental


Mungkin Anda sedikit tidak percaya ketika mendengar istilah seni yang menjadi alat efektif untuk mengobati kesehatan mental. Pasti Anda akan bertanya-tanya mengapa seni dapat menjadi bahan sebagai terapi? Simak artikel berikut ini untuk mengetahui penjelasannya lebih lanjut.

Apa itu Terapi Seni?

Terapi Seni merupakan kombinasi antara teknik-teknik terapi psikologis dan proses kreatif untuk meningkatkan kesehatan mental seseorang. Tujuannya yaitu untuk memanfaatkan proses kreatif untuk membantu seseorang mengeksplorasi diri sehingga nantinya akan membantu orang tersebut dalam menghadapi permasalahan. Jadi, kita tidak perlu memiliki bakat atau kemampuan seni untuk terlibat dalam terapi ini dan dapat dilakukan oleh semua usia.  Teknik yang digunakan biasnaya seperti menggambar, melukis, menari, memainkan alat music dan mendengarkan lagu. Banyak penelitian menunjukkan bahwa seni tersebut dapat berperan dalam meningkatkan kesehatan mental seseorang.

Seni dapat Menyeimbangkan Kehidupan Manusia

Saat senang, pasti Anda memutar lagu yag bernada bahagia, sebaliknya jika Anda sedih pasti akan memutar lagu yang sendu. Seni adalah representasi dari perasaan manusia yang tidak bisa dikatakan. Banyak orang dapat langsung meraskan perasaan dalam suatu seni. Seni lukis biasanya memiliki makna dibalik gambarnya. Orang yang menikmati suatu karya akan langsung bisa merasakan perasaan seorang seniman yang dituangkan dalam suatu karya seni. Sehingga seni merupakan penyeimbang hidup manusia ketika manusia membutuhkan pelarian dari hiruk pikuk kehidupan.

Hubungan Seni dan Kesehatan Mental

Kombinnasi Seni Tari dan Musik dapat meningkatkan Kesehatan Mental

Seperti halnya olahraga, seni tari mengandalkan gerakan dari seluruh tubuh yang mengikuti alunan music. Mengekspresikan perasaan jiwa melalui tari atau menyanyi meruoakan hal yang baik. Anda dapat mencobanya dengan mengikuti kelas-kelas seni seperti menari atau music. Selain menyehatkan, ANda juga dapat berinteraksi dengan orang lain yang juga memiliki kesamaan minat dengan Anda

Alunan Musik dapat membuat lebih Rileks dan Meredakan Rasa Sakit

Music dapat mengalihkan dunia Anda termasuk rasa sakit yang sedang Anda rasakan. Ketika merasa stress, Anda dapat mencoba untuk mengalihkan pikiran dengan cara mendengarkan music. Music terbukti dapat membuat pikiran lebih rileks. Biasanya music digunakan untuk menyembuhkan autism, gangguan psikologis trauma pasa suatu kejadian dan lainnya.

Music klasik dapat menghasilkan gelombang alfa yang menenangkan yang dapat merangsang sistem limbic jaringan neuron otak, sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan ketajaman pikiran. Seni untuk kesehatan mental ternyata bukan hanya sekedar mitos.

Melalui seni, seseorang dapat lebih mengekspresikan perasaanya melalui kegiatan yang positif. Efeknya bukan hanya kesehatan mental yang semakin meningkat, namun orang lain jufa dapat menikmati hasil karya yang Anda buat. Namun, Anda tidak harus menjadi pelaku seni, Anda dapat menjadi peningkat seni untuk diri Anda sendiri. Seni dapat membantu hidup Anda dalamm harmoni yang seimbang.

Berkesenian mampu menyalurkan Depresi dan Beban Mental

Seorang Psikolog benama Dra. Astrid Regina Sapiie S.Psi, SHSB psikolog di rumah sakit Siloam Surabaya menyebutkan berkarya seni berarti mengekspresikan emosi dan menuangkan rasa pada diri sendiri yang mana dapat membuat seseorang menjadi lebih fokus dan produktif. Secara gamplangnya karya seni menjadi medium mengeluarkan uneg-uneg dan beban mental yang dirasakan.

“Emosi yang baik menghasilkan mental yang baik pula. Bukankah ada kata bijak ‘kalau kamu bahagia, maka kamu akan sukses’ dan itu memang benar. Hal ini sudah melalui studi jangka panjang dan terbukti secara ilmiah.” Jelasnya.

Seni Dapat menurunkan Kecemasan dan depresi

Salah satu artikel dari The Guardian pernah memberikan data ilmiah teerkai keberhasilan seni dalam mendukung kesehatan mental seseorang. Evaluasi dari proyek bernama Arts on Prespection menunjukkan berkarya seni dapat menurunkan kecemasan seorang hingga 71 persen dan depresi 73 persen.

Dikaitkan pula 76 persen partisipan yang diteliti berkata kesejahteraan mereka juga meningkat setelah mengikuti kegiatan kesenian tersebut dan 69 persen lainnya malah merasa menjadi lebih sosial. Tidak mengagetkan jika ada banyak kesehatan mental yang menggunakan seni sebagai mediumnya.

Sumber: https://riliv.co/rilivstory/seni-untuk-kesehatan-mental/, http://awalbros.com/kejiwaan/art-therapy/ dan https://www.idntimes.com/health/fitness/abraham-herdyanto/hubungan-seni-dan-kesehatan-mental/6.  

Share on :