Saat Kita Merasa Terasingkan (Alienasi)


Pasti semua orang pernah merasakan kesepian atau bahkan merasa terasingkan. Jika Anda secara terus menerus merasa terasingkan, mungkin Anda mengalami Alienasi. Apa itu Alienasi? Bentuk emosi ini juga dapat menjadi salah satu tanda dari masalah mental seperti depresi lho. Yuk simak penjelasannya lebih lanjut pada artikel berikut ini.

Apa bedanya merasa kesepian wajar dan kesepian karena depresi?

Kesepian wajar pada umumnya bukan masalah yang harus ditangani secara khusus. Sedangkan kesepian yang mengarah pada depresi membutuhkan penanganan segera agar tidak mengarah pada kondisi yang lebih parah. Oleh karena itu, penting memahami perbedaan mendasar terkait kesepian yang wajar dan kesepian karena depresi.

Kesepian yang wajar biasanya bersifat subjektif dan tidak memiliki indicator tertentu untuk dikategorikan sebagai kesepian. Hal ini dikarenakan penyebab dan gejalanya bisa berbeda-beda setiap orang. Sedangkan kesepian karena depresi biasanya lebih rumit karena tidak hanya merasa sendiri, kesepian ini biasanya disertai dengan gejala depresi secara umum. Misalnya seperti merasa terasingkan atau merasa tidak berharga dan tidak dipedulikan oleh siapa pun.

Apa itu Alienasi?

Alienasi adalah perasaan yang membuat seseorang merasa terasingkan sehingga memilih untuk menarik diri dari orang lain dan lingkungannya. Setiap tipe alienasi memiliki definisi berbeda beda, namun sama-sama dapat memberikan pengaruh buruk terhadap Kesehatan fisik maupun Kesehatan mental.

Tipe-tipe Alienasi

Terdapat enam tipe alienasi yang sering dialami, yaitu:

  • Keterasingan budaya, yaitu merasa dihapus dari nilai-nilai yang telah diteteapkan.
  • Isolasi, yaitu merasa kesepian atau dikucilkan seperti menjadi minoritas dalam suatu kelompok
  • Ketidakberartian, yaitu merasa hidup tidak punya tujuan karena tidak dapat melihat makna dalam Tindakan, pekerjaan dan hubungan dengan orang lain
  • Anomie, yaitu merasa terputus dari konvensi sosial (adat atau tradisi) sehingga membuatnya terlibat dalam perilaku menyimpang
  • Ketidakberdayaan, yaitu merasa tindakannya tidak berpengaruh pada hasil atau tidak punya kendali atas hidup sendiri
  • Keterasingan diri, yaitu merasa tidak terhubung dengan diri sendiri atau kesulitan membentuk identitas diri

Apa saja Gejala Keterasingan?

Merasa jauh dari pekerjaan, keluarga dan teman merupakan salah satu gejala Keterasingan. Berikut ini merupakan gejala lain dari Keterasingan, yaitu:

  • Merasa tidak berdaya
  • Menolak untuk mematuhi aturan
  • Merasa berbeda atau terpisah dari orang lain
  • Merasa bahwa dunia kosong dan tidak bermakna
  • Merasa tidak aman Ketika berinteraksi dengan orang lain
  • Merasa tersisih saat terlibat dalam obrolan maupun acara
  • Mengalami kesulitan untuk mendekati dan berbicara dengan orang lain

Beberapa orang yang merasa terasingkan mungkin akan mengalami gejala seperti gejala depresi, contohnya seperti kehilangan nafsu makan atau nafsu makan menjadi berlebihan, insomnia, kurang harga diri, hingga merasa keputusasaan.

Apa saja penyebab seseorang merasa Terasingkan?

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan Alienasi, yaitu:

1.Masalah Kesehatan

Alienasi dapat muncul akibat masalah fisik maupun mental. Berikut ini beberapa masalah kesehatan yang dapat memicu, yaitu:

  • Skizofrenia
  • Penyakit Kronis
  • Gangguan Kecemasan
  • Gangguan Obsesif Komplusif (OCD)
  • Gangguan Stres Pasca Trauma (PTSD)

2.Lingkungan Sosial

Lingkungan sosial dapat menjadi penyebab seseorang merasa terasingkan. Contohnya Ketika Anda berpindah sekolah, rumah, maupun tempat kerja perubahan lingkungan yang terjadi dapat memicu Alienasi apabila Anda mengalami kesulitan saat beradaptasi.

3.Lingkungan Pertemanan

Alienation merupakan kondisi yang biasa terjadi di lingkup pertemanan. Perasaan terasingkan ini dapat muncul sebagai efek samping dari perundungan dan viktimisasi yang diterima oleh korban. Hal itu pun kemudian membuat korbannya mulai tidak percaya dengan orang lain dan memilih untuk menyendiri.

Dampak buruk Alienasi terhadap Kesehatan

Perasaan keterasingkan dapat memberi pengaruh buruk terhadap kehidupan seseorang. Jika tidak segera ditangani dengan tepat, orang yang merasa terasingkan mungkin akan berperilaku negative seperti minum atau menggonsumsi obat-obatan. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan peforma kerja. Secara psikologis kondisi ini jika dibiarkan juga dapat membuat sesoerang mengalami depresi, gangguan makan atau bahkan keinginan untuk mengakhiri hidupnya.

Bagaimana cara Mengatasinya?

Cara mengatasi perasaan terasingkan harus disesuaikan denga napa yang menjadi penyebabnya. Kenali terlebih dahulu apa penyebab Anda merasa terasingkan. Jika penyebab kondisi ini muncul akibat measlah mental, maka Anda dapat berkonsultasi kepada psikolog atau psikiater, Anda juga dapat melakukan relaksasi sperti yoga dan meditasi.

Menurut penelitian, terapi kognitif berbasis kesadaran dan pendekatan psikoterapi yang menggabungkan praktik meditasi kesadaran, dapat membantu menurunkan kemungkinan depresi. Praktik meditasi membantu memperbaiki gejala depresi saat Anda terus memasaknya ke dalam hidup. Dengan kata lain meditasi lebih banyak manffat sebagai praktik lanjutan dibandingkan perbaikan sementara.

Sumber: https://hellosehat.com/mental/gangguan-mood/merasa-kesepian-depresi/, https://www.sehatq.com/artikel/alienasi-atau-keterasingan-gejala-penyebab-dan-cara-mengatasinya dan https://www.halodoc.com/artikel/meditasi-untuk-atasi-depresi-ini-3-faktanya.

Share on :