Rahasia Menuju Kebahagiaan Sejati


Adakah seseorang diantara kita yang tidak mendambakan kebahagiaan? Pasti semua orang mendambakannya. Setiap orang pasti ingin bahagia, hanya saja definisi tentang kebahgaiaan bisa saja tiap orang berbeda-beda.

Apa Arti Kebahagiaan Sejati?

Kebahagiaan sejati merupakan kebahagiaan hidup uang nyata. Anda tidak dapat menemukan kebahagiaan seperti itu dimana pun diluar diri Anda. Kebahagiaan yang sejati ada di dalam diri Anda sendiri. Kebahgiaan sejati adalah kondisi dimana secara mental dan emosional, Anda merasakan adanya kepuasan hingga kegembiraan yang intens. Meski demikian, definisi kebahagiaan sejati setiap orang berbeda beda.

Bagi sebagian orang, kebahagiaan sejati mungkin saja digambarkan sebagai pencapaian yang berhasil mereka dapatkan dalam hidup termasuk materi. Namun tidak semua orang menganggap bahwa kebahagiaan sejati bisa didapatkan dari materi.

Teerdapat seseorang petani di suatu desa yang memiliki sawah seluas satu hektar. Ia bekerja keras siang hingga malam dan mengharapkan panen yang baik dan bagus. Semua itu ia lakukan demi menutupi segala kebutuhan keluarga. Ia memastikan tidak seorang pun dalam keluarganya kekurangan pangan dan sandang. Mungkin anak-anaknya dapat diberirkan pendidikan sampai sekolah menengah. Mungkin ada yang sampai di bangku perguruan tinggi. Kemudian ia membayangkan semua itu “Betapa bahagianya hidupku jika aku berhasil. Sudah pasti tenang, tentram dan sentosa”.

Sang petani akhirnya berhasil.

Impian menjadi kenyataan. Pertanyaannya apakah sekarang ia bahagia? Pernahkah terlintas dalam benaknya jika keberhasilan materi itu dating bersama kembaran-kembarannya berupa stress. Ia masih harus memikirkan “harus bayar cicilan mobil, si bungsu belum selesai kuliah dan panen tidak boleh gagal kali ini”

Adakah yang terlupakan dalam pencarian kita menuju hidup Bahagia?

Mengapa sang petani yang sudah berhasil pun masih tidak bahagia? Mengapa para dokter, pengacara, ahli hokum, jaksa, hakim, pendidik dan pengajar yang menjalankan profesi-profesi mulia masih ada beberapa dari mereka yang bertindak secara tidak mulia? Mengapa tidak ada keadilan, korupsi, kejahatan dan penyakit yang menimpa. Penyakit yang penyebab sebenarnya adalah diri kita sendiri, penyakit yang disebabkan oleh kita sendiri.

Kenapa kita masih sibuk berlomba? Kenapa belum bisa bekerja sama dengan segala ketulusan hati dan niat?

Sebabnya adalah kita belum menyadari kesatuan diantara kita. Kita masih sepenuhnya terjebak dalam lapisan kesadaran fisik murni. Belum menyadari adanya wilayah roh tempat kita dipersatukan. Ada wilayah energy murni, wilayah kesadaran murni, dimana ditempat yang tidak ada lagi perbedaan. Kita masih terjebak dalam ilusi “ini milikku, ini milikmu”, “ini umatku, ini umatmu”. Kita belum sadar akan makna, esensi dan implikasi petuah Vasudhaiva Kutumbakam.

Petuah itu bukan untuk diucapkan atau diulangi saja, tetapi untuk dihayati, dilakoni, dipraktikan dalam keseharian hidup. Jika kita benar-benar memahami arti petuah tersebut dengan sendirinya kita pun menjadi sadar.

Setiap orang ingin bahagia, sebagaimana aku ingin bahagia. Kesadaran itulah yang mesti diupayakan. Kesadaran itulah yang mengantar kita pada wilayah rohani. Atau sebaliknya, dengan berada dalam wilayah rohani dengan adanya soul-awareness, kita menjadi sadar akan saling keterkaitan kita, akan kesatuan dan persatuan kita dengan makhluk-makhluk seantero alam.

Untuk itu dibutuhkan Meditasi

Meditasi sebagai latihan, sebagai Laku sekaligus sebagai Gaya Hidup. Gaya Hidup penuh empati, penuh kepedulian dan penuh kasih. Sesungguhnya dalam laku meditasi, dalam kesadaran meditative, rohani atau spiritual kita sema dipersatukan.

Warna kulit, bahasa, ras, suku dan kepercayaan kita boleh beda, penampilan kita, fisik kita, bahkan cara berfikir kita boleh beda tetapi kita dalam kesadaran rohani, kita semua dipersatukan kita akan meraih Kebahagiaan Sejati, yang mana adalah satu dan sama.

Berarti kebutuhan akan kebahagiaan sejati bukan sekedar kebutuhan biasa. Ia adalah kebutuhan jiwa, kebutuhan Roh. Atau lebih tepatnya kebahagiaan sejati adalah sifat yang melekat pada jiwa pada Roh. Mewujudkannya adalah takdir kita. Untuk itu kita dilengkapi dengan badan, dengan gugusan pikiran dan perasaan dengan intelegensi. Semua “peralatan” itu semata untuk membantu kita meraih kebahagiaan sejati, yang menjadi tujuan hidup kita.

Sumber: https://www.anandkrishna.net/anand-krishna-ungkapkan-rahasia-kebahagiaan-sejati/

Share on :