Pengertian, penyebab, gejala dan cara mengatasi Zoom Fatigue akibat Pandemi


Pandemi Covid-19 masih berlangsung hingga saat ini dan terbukti telah mengubah gaya hidup, termasuk gaya belajar dan bekerja. Arahan organisasi Kesehatan dunia (WHO) menganjurkan untuk #HealthyAtHome dan menerapkan protocol kesehatan. Kondisi ini membuat masyarakat lebih banyak berinteraksi melalui virtual ke dalam jaringan (daring) internet atau disebut online meeting.

Apa itu zoom fatigue?

Penelitian dari tim peneliti Stanford University & University of Gothenburg yang dipublikasikan pada bulan April 2021 menunjukkan bahwa ada efek dari aktivitas virtual yang banyak dilakukan selama ini, salah satunya yaitu fenomena ‘Zoom fatigue’ yaitu suatu kondisi dimana para pelakunya mengalami kelelahan akibat aktivitas rapat atau bekerja secara daring atau video conference. Sebutan Zoom fatigue dimana kata Zoom diambil dari platform aplikasi Zoom yang memang banyak digunakan masyarakat untuk beraktivitas secara daring tersebut. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Zoom fatigue ini bisa terjadi pada kaum laki-laki maupun perempuan. Dari skala 1 hingga 5, rata-rata skor ZEF (Zoom & Exhausting Fatigue) pada responden perempuan angkanya mencapai 3,13, sedangkan pada kaum aki-laki angkanya mencapai 2,75 dari skala 5 (1 = tidak kelelahan sama sekali, 5 = sangat kelelahan)

Pendiri Zoom sendiri, yaitu Eric Yuan, pada awal Mei 2021 ini juga mengakui bahwa dia juga mengalami kelelahan atau Zoom fatigue akibat banyaknya rapat secara daring yang dilakukan sehari-hari. Hal ini mengindikasikan bahwa perlu dilakukan intervensi atau upaya-upaya tertentu agar kegiatan virtual, terutama rapat daring atau video conference, tidak memberikan dampak negatif seperti Zoom fatigue ini.

Apa penyebab Zoom Fatigue?

Bailenson (2021) dalam artikelnya di Jurnal Technology, Mind & Behavior mengungkapkan adanya 4 penyebab utama terjadinya Zoom fatigue, yaitu:

  1. Menatap layar secara intens Saat rapat secara daring atau video conference, menatap layar atau melihat pembicara secara dekat (close-up) dan intens dalam waktu yang cukup lama dapat menyebabkan kelelahan.
  2. Terjebak pada konsentrasi tinggi Interaksi dan komunikasi secara virtual pada umumnya akan meningkatkan kinerja otak karena harus berkonsentrasi tinggi dalam menerima dan mengirim pesan/isi materi saat rapat berlangsung. Bahasa tubuh yang dilihat dalam rapat daring misalnya membutuhkan pemikiran yang lebih dalam agar tidak terjadi misinterpretasi.
  3. Melihat diri sendiri secara konstan Saat melihat wajah diri sendiri ketika rapat secara daring atau video conference, dalam banyak penelitian menunjukkan adanya hubungan positif (indikasi kuat) bahwa kondisi demikian itu menyebabkan kelelahan atau stres karena seperti ‘dibayangi’ oleh diri sendiri terus menerus pada saat berbicara di rapat daring tersebut.
  4. Mobilitas fisik berkurang

Rapat secara daring atau video conference menuntut kita untuk duduk atau diam di tempat selama rapat tersebut berlangsung. Hal ini dapat membuat fisik dan mental menjadi lelah karena aktivitas fisik menjadi amat rendah. Selain 4 penyebab utama tersebut di atas, artikel Harvard Business Review (2020) juga menjabarkan bahwa lingkungan yang kurang kondusif dalam rapat daring juga menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya Zoom fatigue. Melakukan rapat secara daring di rumah, bisa jadi merupakan problem tersendiri karena banyak orang yang tidak memiliki tempat khusus (yang memadai) untuk mengikuti rapat secara daring, sering dijumpai adanya gangguan koneksi terutama pengaruh kondisi orang rumah, misalnya: adanya suara-suara berisik (noise) di sekitar rumah yang dapat mengganggu fokus pembicaraan di dalam rapat daring tersebut.

Apa saja Gejala Zoom Fatigue?

White (2021) dalam tulisannya pada artikel kesehatan yang telah direview oleh psikolog Timothy J Legg, menyebutkan beberapa gejala Zoom fatigue yang secara umum sama dengan gejala kelelahan akibat bekerja (burnout), antara lain:

young attractive tired, overworked and exhausted female office worker in grey suit, isolated on white
  1. Mudah lupa dan sulit berkonsentrasi.
  2. Merasa frustasi dan sensitif saat berinteraksi dengan rekan kerja.
  3. Ada kecenderungan ingin menghindari, membatalkan atau menjadwalkan ulang rapat daring.
  4. Merasa sangat lelah (capek) dan stres setelah rapat.
  5. Fisik merasa pegal, otot tegang, pusing
  6. Mengalami kesulitan tidur (insomnia)

Bagaimana mengatasinya?

Istirahatkan Mata dari Layar

Selama melakukan zoom, jangan lupa untuk sesekali mengistirahatkan mata Anda dari layar. Terapkan aturan 20 – 20 – 20, yaitu setiap 20 menit, alihkan pandangan mata Anda dari layar komputer maupun ponsel lalu lihat objek sejauh 20 kaki (6 meter) selama 20 detik. Selain itu, Anda juga bisa melakukan gerakan peregangan untuk melemaskan otot yang tegang.

Setelah proses pembelajaran atau rapat selesai, berusahalah untuk menghindari layar sebisa mungkin selama sisa hari tersebut. Beristirahat dapat membantu mengatasi kondisi tubuh dan pikiran yang lelah akibat zoom.

Kurangi Gadget

different office stationery arranged on white table in co-working office, freelancer workplace

Ingat untuk sejenak mematikan data seluler ponsel setelah selesai online meeting sebab seiring dengan makin intensnya penggunaan gadget seperti smartphone dan laptop yang terhubung dengan internet akan membuat batasan antar waktu untuk mengakses dan memproses informasi menjadi cepat untuk untuk didapat sehingga makin banyak pula informasi yang masuk di dalam otak sehingga kamu rentan untuk letih.

Tidur yang cukup

Man is asleep in cozy white bed at night, handsome young guy sleeping at home with wearable electronic device smart watch on his wrist for sleep tracking, monitoring heart rate for healthcare

Setelah seharian beraktivitas, tentu badan dan pikiran letih. Manfaatkan waktu malam dengan tidur dan beristirahat dari segala aktivitas. Cukup tidur akan membantu memulihkan kondisi sehingga siap untuk beraktivitas lagi esok hari. Manusia ibarat sebuah gawai yang perlu untuk diisi ulang baterainya setelah digunakan, setelah beraktivitas sepanjang hari kita butuh waktu tidur 6-7 jam supaya badan dan pikiran benar – benar beristirahat.

Berolahraga

Kelas Meditasi Neo Self Empowerment

Berolahraga seperti yoga dan meditasi dapat membantu untuk mengelola kondisi mental dan membuat menjadi good mood lagi. Meditasi di pagi hari sangat baik untuk menjaga kesehatan organ dalam dan  memberi asupan oksigen bersih bagi tubuh, serta minimnya distraksi di pagi hari seperti tidak adanya kebisingan akibat suara kendaraan  yang lalu lalang akan dapat membantu recharge energi.

Sumber: https://itjen.kemdikbud.go.id/public/post/detail/bekerja-secara-daring-memicu-zoom-fatigue-bagaimana-mengatasinya, https://www.sehatq.com/artikel/terlalu-sering-rapat-online-bisa-picu-zoom-fatigue-begini-cara-mengatasinya dan https://psikologi.usm.ac.id/blog/detail/Zoom_Fatigue_dan_Cara_Mengatasinya.

Share on :