Mimpi Bertemu Orang yang Telah Meninggal


Pengalaman yang sering kita dengar tentang orang meninggal adalah tentang mimpi bertemu dengan mereka. Pernahkah Anda mengalaminya, bermimpi keluarga, teman, atau orang yang kita kenal? Apa maknanya? Hal ini sering membuat kita salah paham. Sering juga kita tidak tahu apa arti mimpi itu.

Hal ini dijelaskan dalam buku karya Guruji Anand Krishna berjudul Soul Awwarenes. Penyebab kita bermimpi dengan orang yang telah meninggal adalah masih adanya keterikatan. Kemungkinannya ada dua yaitu

  1. Kita (orang yang masih hidup) masih terikat dengan orang yang telah meninggal tersebut. Walaupun mereka  telah lahir kembali atau bereinkarnasi atau sudah move on, bila kita masih terikat maka kita masih bisa memimpikannya.
  2. Mereka atau orang yang telah meninggal tersebut masih terikat dengan kita.


Bila kemungkinan yang kedua yang terjadi, maka Mimpi bertemu dengan orang yang sudah meninggal membuktikan bahwa mereka belum lahir kembali dan sudah menjadi kewajiban kita untuk mengadakan ritual atau upacara untuk mengingatkannya.

Ritual atau upacara  yang biasanya dilakukan sesuai adat dan istiadat daerah tertentu menjadi sangat penting untuk dilakukan. Ada yang mengadakannya sekian hari setelah kematiannya. Atau seperti dalam tradisi Sindhi, begitu orang meninggal maka ia akan ditempatkan di lantai di atas tikar. Sebuah pelita juga dinyalakan lalu diletakkan di depan atau di bagian atas kepalanya. Hal ini untuk memberitahukan kepada mereka bahwa rohnya sudah meninggalkan badan, tapi belum pergi.

Dengan melihat ritual yang dilakukan oleh keluarganya, maka sang roh akan sadar bahwa ia sudah diperlakukan seperti orang meninggal dunia. Dan ia sadar harus melanjutkan perjalanannya.

Demikian keterikatan terhadap keduniawian  menjadi penghambat perjalanan sang roh. Maka ritual atau upacara bagi orang yang telah meninggal menjadi sangat penting untuk dilakukan. Pepatah jawa yang mengataan “Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman” yang berarti : Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi.

“Saat ajal tiba, bila beban keinginan tidak berkurang, menderitalah roh kita. Roh dengan beban keinginan sulit berpisah dari badan. Walau sudah dikubur, ia/roh masih gentayangan. Ini yang disebut penderitaan alam kubur. (Bhaja Govindam by Anand Krishna)

Semasa kita hidup kita boleh saja mengumpulkan harta benda, meraih jabatan, hanya saja jangan sampai kita terikat oleh kadonyan, materi kebendaan. Kumpulkan uang sebanyak banyaknya tetapi bukan untuk memperkaya diri, namun untuk kesejahteraan bersama seperti moto dari Anand Ashram : Be Joyfull and Share Your Joy to Others. Dengan berbagi dengan berdanapunia, memberikan kebahagiaan yang melepaskan kita dari kadonyan, keterikatan dengan dunia benda, supaya pada saatnya roh kita meninggal badan kelak, roh kita bisa melanjutkan perjalanan dan mendapatkan status yang lebih mulia.

Share on :