Menjaga Kesehatan saat Pandemi: Vegetarian itu Sehat


Jumlah kasus positif COVID di Indonesia semakin meningkat dari hari ke hari. Hal ini diperparah dengan rendahnya kesadaran akan disiplin protokol kesehatan. Selain itu, tidak kalah pentingnya adalah disiplin dalam menjaga kesehatan secara mandiri. Ayurveda (Ilmu Kesehatan Sunda Sindhu Saraswati) memiliki pepatah “Bila pola makan keliru, maka obat apapun tidak berguna. Tapi bila pola makan tepat, maka obat tidak dibutuhkan.” Demikianlah pentingnya pola makan dari sudut pandang Ayurveda.

Ayurveda, Meditasi, dan Yoga menganjurkan pola makan vegetarian untuk menjaga kesehatan secara holistik. Pola makan vegetarian ini saat ini semakin populer dengan berbagai variannya, misalkan vegan (murni hanya mengkonsumsi produk nabati), lacto-ovo vegetarian (produk nabati + susu & telur), lacto vegetarian (produk nabati & susu), dan lain-lain. Pola makan vegetarian ini pada dasarnya adalah mengkonsumsi makanan dari tumbuhan atau umum dikenal saat ini sebagai plant-based diet. Bagaimana vegetarian ditinjau dari sudut pandang biologi?

MITOS: Vegetarian Bisa Kekurangan Protein

FAKTANYA: Tanaman Kaya akan Protein

MITOS: Sayuran kan ada Pestisida?

FAKTANYA: Awas Bioakumulasi pada Daging

Dalam ilmu biologi, kita mengenal rantai makanan yang merupakan visualiasi proses / jejaring makanan dari produsen ke konsumen. Manusia dalam hal ini dapat dikategorikan sebagai konsumen tingkat akhir. Salah satu hal yang dampak dalam proses rantai makanan adalah proses biokonsentrasi pada setiap organisme di dalamnya. Biokonsentrasi merupakan peningkatan konsetrasi dari zat ataupun mineral dalam tubuh kita. Ketika proses biokonsentrasi terjadi dalam waktu yang cukup lama maka akan terjadi bioakumulasi. Dalam jurnal yang diterbitkan oleh LIPI dengan judul Laju Polutan Dalam Ekosistem Laut oleh Rachma Puspitasari, dijelaskan bahwa proses bioakumulasi ini sangat bergantung antara laju metabolisme mahluk hidup (pengambilan/uptake, penyimpanan/storage, pengeluaran/eliminasi).

Proses pencernaan pada manusia merupakan salah satu bagian dalam metabolisme di dalam tubuh, dimana terdapat proses pengambilan, penyimpanan dan pengeluaran. Dalam proses pencernaan ini terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara mengkonsumsi makanan dari tumbuhan dan hewan. Pada saat mengkonsumsi makanan dari tumbuhan proses pencernaan akan berjalan sempurna kurang dari 24 jam sedangkan ketika mengkonsumsi daging ikan proses pencernaan akan berlangsung selama 48 jam dan dalam waktu ini akan terjadi proses biokonsentrasi. Apabila kita mengkonsumsi daging maka akan terjadi proses biokonsentrasi dari stress hormone yang dikeluarkan saat hewan disembelih yang tentunya tidak baik bagi tubuh kita selain itu apabila metabolisme sel kita tidak berlangsung dengan baik maka akan terjadi pembusukan. Belum lagi jika kita berbicara tentang pesstisida, karena proses bioakumulasi pestisida akan lebih banyak terakumulasi pada daging daripada tanaman.

Terkait dengan stres hormon yang dikeluarkan oleh hewan pada saat disembelih, hormon tersebut akan menyebar ke seluruh bagian hewan sehingga termasuk dagingnya yang terkontaminasi oleh hormon stress tersebut. Sama halnya jika ketika kita marah ataupun stress, sebelum kemarahan itu kita arahkan ke orang lain, badan kita ini sudah terbakar oleh kemarahan, stress yang tiba tiba menyebabkan jantung berdebar, darah tinggi, dan banyak kejadian orang kolaps saat marah atau stress. bayangkan hormon yang merusak itu kita konsumsi dan lambat laun lagi lagi karena proses bioakumulasi.. hormon stress pada hewan yang kita konsumsi tersebut akan mempengaruhi tubuh kita.

Sulit untuk Mulai Vegetarian?

Hal ini dapat dilakukan dengan menurunkan konsumsi daging misalkan dari setiap hari selalu makan menjadi 2 hari sekali dan kemudian semakin diperlama waktunya sampai kemudian berhenti total. Hal ini harus dilakukan secara disiplin. Pada saat itu kita memberi informasi ke otak, dan dengan kemampuan plastisitas otak kita bisa mengirimkan sinyal ke saraf-saraf yang semula craving terhadap daging menjadi tidak craving lagi.

Sumber: https://amayi.id/index.php/2020/09/30/vegetarian-itu-sehat-tinjauan-singkat-dari-ilmu-biologi/

Share on :