Mengapa Anxiety atau Gangguan Kecemasan Membuat Kita Mudah Lelah?


Tiap orang pasti pernah merasa cemas dan ini merupakan hal yang normal terjadi, apalagi jika seseorang sedang dilanda masalah. Anda perlu hati-hati jika rasa cemas sering muncul dan berlebihan yang membuat Anda mudah Lelah. Bisa jadi Anda mengalami gangguan kecemasan atau disebut Anxiety.

Apa itu Gangguan Kesemasan (Anxiety) ?

Cemas merupakan perasaan gugup atau gelisah. Biasanya orang akan mengalaminya ketika berhadapan dengan situasi tertentu, mislanya sebelum wawancara kerja, sebelum ujian, saat harus mengambil keputusan yang penting atau ketika menunggu hasil pemeriksaan dokter. Cemas juga merupakan reaksi emosi tubuh terhadap stress.  Akibatnya tubuh sering merasa lelah. Ketika tingkat kecemasan yang dialami semakin tidak proposional, maka keadaannya bisa mengganggu kesehatan yaitu gangguan kecemasan.

Gangguan kecemasan merupakan sekelompok penyakit yang ditandai dengan perasaan kegelisahan tingkat tinggi dan ketidaknyamanan serta ketegangan yang ekstrem. Gangguan kecemasan juga sering muncul tiba-tiba.  Gangguan kecemasan ini dapat dialami oleh siapapun, namun gangguan kecemasan ini paling sering terjadi pada orang dewasa yang berusia lebih dari 30 tahun. Saat mengalami kondisi ini seseorang umumnya tidak bisa menjelaskan mengapa ia bisa merasa cemas atau khawatir yang berlebihan.

Penyebab Gangguan Kecemasan yang Membuat Kita Mudah Merasa Lelah

Menurut Dr. Joshua Klapow pada acara host siaran radio The Web bahwa “Kecemasan memicu sistem saraf simpatik untuk bekerja lebih keras. Efeknya antara lain detak jantung kita meningkat, tekanan darah naik, otot menjadi tegang dan tubuh melepas senyawa racun sehingga memicu peradangan”. Adapun kemungkinan beberapa faktor yang membuat seseorang lebih berisiko terkena gangguan kecemasan, yaitu:

  1. Keadaan lingkungan, seperti kesulitan di tempat kerja, masalah hubungan dengan seseorang atau masalah keluarga.
  2. Keadaan medis, seperti mengidap penyakit tertentu, efek samping obat zat tertentu, stress karena mau operasi atau setelahnya.
  3. Pengalaman negative yang menyebabkan stress atau trauma psikologis
  4. Faktor genetika, di mana anggota keluarga memiliki riwayat gangguan kecemasan

Apa saja Gejala Gangguan Kecemasan?

Awal mula timbulnya gangguan kecemasan pada setiap orang berbeda-beda. Gejalanya dapt mulai muncul pada masa kanak-kanak, remaja ataupun orang dewasa. Umumnya gejala gangguan kecemasan ini berupa:

  • Merasa gugup, gelisah
  • Mengalami panik secara tiba-tiba
  • Gemetar
  • Bernapas dengan cepat
  • Berkeringat
  • Takut atau enggan berinteraksi dan menyapa orang lain
  • Menghindari bertatapan dengan orang lain
  • Sulit untuk berkonsentrasi
  • Dada berdebar-debar
  • Nafsu makan menurun
  • Mudah marah
  • Kesulitan tidur

Bagamainan Cara Mengatasi Gangguan Kecemasan?

  • Mengatur pola makan yang sehat

Otak merupakan salah satu bagian tubuh yang paling aktif secara metabolic dan membutuhkan aliran nutrisi yang stabil agar dapat berfungsi sebagaiman mestinya. Pola makan yang buruk bisa jadi memberikan nutrisi yang diperlukan untuk menghasilkan neurotransmitter dan dapat memicu gejala kecemasan.

Ada beberapa tips pola makan yang dapat membantu jika anda memiliki gangguan kecemasan yaitu sarapan dengan kandungan tinggi protein, hal ini membuat Anda merasa kenyang lebih lama dan menjaga gula darah tetap stabil sehingga Anda memiliki lebih banyak energi. 

Mengkonsumsi karbohidrat kompleks dapat meningkatkan jumlah serotin di otak yang memiliki efek menenangkan. Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks yaitu seperti oatmeal, biji-bijian, roti gandum atau sereal gandum.

  • Mengurangi minuman yang mengandung Kafein

Mengonsumsi lebih dari 400 miligram kafein sehari bisa membuat seseorang mengalami stimulai berlebihan dan menjadi cemas. Menurut Dr. Julie Radico, psikologis klinis di Penn State Healt menerangkan bahwa “Kafein mungkin membantu beberapa orang untuk konsentrasi dan memberikan tambahan energy, namun hal ini juga dapat menyebabkan masalah pada mereka yang memiliki masalah kecemasan”.

  • Berolahraga secara teratur

Pengurangan stress juga dapat dicapai melalui olahraga. Mempertahankan rutinitas olahraga yang teratur erat kaitannya dengan peningkatan suasana hati, rasa percaya diri dan energy. Ada begitu banyak manfaat olahraga yang dapat membantu meringankan banyak gejala gangguan kecemasan yang terkait juga dengan serangan panik dan kecemasan.

  • Latihan Relaksasi atau Yoga

Penelitian yang dilansir oleh Harvard Medical School di Amerika Serikat, melaporkan bahwa melakukan yoga dapat membantu seseorang untuk menghilangkan stress, cemas bahkan depresi.

Yoga disebut dapat membuat seseorang lebih tenang yang manfaatnya sama seperti melakukan meditasi, relaksasi, olahraga atau bahkan bersosialisasi dengan orang lain. Selain itu yoga dapat membantu menurunkan denyut jantung, tekanan darah dan melancarkan pernapasan.

Riset yang dipublikasikan di International Journal of Preventive Medicine pada tahun 2018 juga mendukung hal yang sama. Pada penelitian tersebut dilaporkan bahwa melakukan latihan yoga selama 12 minggu secara rutin dapat memperbaiki mood dan mengurangi tingkat kecemasan.

Sumber : https://www.halodoc.com/artikel/apakah-benar-pola-makan-tertentu-bisa-membantu-atasi-kecemasan, https://www.alodokter.com/kenali-tiga-jenis-gangguan-kecemasan-dan-gejalanya, https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/di-balik-tubuh-lelah-ada-gangguan-rasa-cemas, https://www.halodoc.com/artikel/jalani-gaya-hidup-sehat-untuk-mencegah-gangguan-kecemasan, https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3630920/hilangkan-stres-dan-cemas-dengan-yoga

Share on :