Meditasi untuk Mengatasi Insomnia


Setelah perkembangan sains dan teknologi meluncur dengan cepat, tata nilai dan peri kehidupan manusia mengalami perubahan. Salah satu akibat yang dirasakan banyak orang adalah kombinasi dari stress dan kurang tidur yang bisa berakibat buruk pada kesehatan fisik dan mental. Sekitar 35-50 persen orang dewasa mengalami gejala insomnia, sulit tidur.

Insomnia

Paling tidak ada 3 masalah utama penyebab sulit tidur:

  1. Kesulitan tidur karena terlalu banyak pikiran yang sulit dikendalikan. Pada saat akan tidur kita malah memikirkan masalah, merasa khawatir dan melihatnya dari berbagai sudut pandang sehingga sulit untuk mulai tidur.
  2. Penyebab lain adalah ketegangan otot pada leher dan bahu, sehingga walaupun tertidur tidak lama kemudian akan terbangun. Tidur yang tidak berkualitas ini dapat memicu sakit kepala dan meningkatkan ketegangan otot pada keesokan harinya.
  3. Detak jantung yang meningkat karena stress yang berhubungan dengan peningkatan jumlah kortisol yang diproduksi saat mengalami stress. Kondisi ini membuat kita sulit mengalami tidur yang berkualitas.

Penyebab utama kondisi tersebut adalah karena kita terlalu memusatkan perhatian pada berbagai  objek. Pikiran kita tidak pernah mengalami pause, jedah, dan selalu berada dalam keadaan tegang.

Meditasi

Salah satu cara mengurangi stress dan meningkatkan kualitas tidur adalah dengan melakukan Latihan meditasi. Meditasi atau dengan kata sederhana, membuyarkan pikiran dari tugasnya berpikir. Lazim dikenal dengan istilah relaks, bebas dari ketegangan berpikir. Pikiran pun perlu dikendurkan, bahkan lepas dari aktifitas berpikir.

Meditasi membuat kita bisa berpikir jernih, sehingga pikiran bisa tenang, detak jantung menjadi normal, otot sekitar leher dan bahu kendur dan tidur menjadi lebih mudah dan lebih berkualitas.

Kita paham bahwa menata pikiran itu sulit karena pikiran itu pada dasarnya liar, tidak mau beristirahat. Akan tetapi kita bisa mengelola napas. Pikiran dan napas ibarat dua ujung batang bambu. Pegang yang satu, dan yang kedua terpegang dengan sendirinya. Lebih mudah bekerja dengan napas. Semakin perlahan napas, semakin jernih, kita dapat rnelihat apa saja yang ada di dalam mind atau gugusan pikiran dan perasaan.

Setiap pikiran, setiap perasaan—setiap thought dan emotion—mulai terdeteksi sebagai satuan. Demikian pula dengan unit-unit Iain berupa obsesi, khayalan, impian, imajinasi, dan sebagainya.

Demikian, terciptalah jurang-jurang keciI—spasi-spasi kecil—antara satu pikiran, satu perasaan, dengan pikiran yang lain, perasaan yang lain.

Dan mind (gugusan pikiran dan perasaan) mulai melemah. Tidak terjadi kristalisasi pikiran dan perasaan—itulah saat meditasi terjadi, dan mind mulai bertransformasi menjadi buddhi, inteligensi, kesadaran.

Melakukan Latihan meditasi selama 10 menit sebelum tidur bisa menjadi metode efektif untuk mengurangi stres dan memperbaiki kualitas tidur. Demikian pula latihan meditasi selama 10 menit pada waktu pagi hari bisa membuat tubuh dan pikiran relaks guna menghadapi berbagai kegiatan di hari tersebut. 

Sumber: (Krishna, Anand. (2016). Ananda’s Neo Self Empowerment, Seni Memberdaya Diri bagi Orang Modern, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Untuk Latihan meditasi silakan mengikuti Kelas Ananda Neo Self Empowerment di Anand Ashram atau Anand Krishna Center.

Share on :