Katarsis: Melepas Emosi Positif untuk Kesehatan Mental


Takut, sedih, marah, kecewa, kagum, gembira dan berharap adalah bentuk emosi yang normal dialami oleh setiap manusia. Meski normal, emosi tersebut sebaiknya disalurkan agar tidak menumpuk di dalam batin atau hati manusia. Salah satunya dengan Katarsis.

Mengenal Katarsis

Katarsis berasal dari bahasa Yunani yaitu katharsis yang memiliki arti pemurnian atau pembersihan. Dalam ilmu psikolog katarsis dimaknai sebagai cara untuk melampiaskan emosi secara positif agar seseorang merasa lebih lega dan bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan perasaan yang lebih baik.

Istilah katarsis pertama kali digunakan dalam konteks psikologis oleh Josef Breuer. Josef Breuer merupakan seorang kolega dan mentor dari guru besar teori psikoanalisis. Menurut Breuer, ketika sesorang dapat dengan bebas mengekspresikan emosi yang terkait dengan peristiwa traumatis, merekaakan mengalami katarsis atau pembersihan.

Namun belum ada penelitian lebih lanjut yang menunjukkan adanya efektivitas dari konsep Breuer tersebut. Tetapi ada bukti yang menunjukkan bahwa melampiaskan perasaan yang sebelumnya tidak tertangani dapat membantu seseorang mengatasi berbagai kondisi kesehatan mental.

Apa saja Contoh Katarsis?

Katarsis dapat dilakukan sebagai salah satu bentuk psikoterapi dengan bantuan psikolog atau psikiater, namun katarsis juga dapat diterapkan sebagai kebiasaan sehari-hari dalam melepaskan emosi positif. Berikut ini merupakan contoh katarsis yang dapat Anda lakukan dalam keseharian:

  1. Mendengarkan Musik

Musik telah lama dikenal sebagai cara bagi seseorang untuk melepaskan emosi yang ada dalam dirinya. Bahkan, musik termasuk dalam sebuah pengalam emosional. Ketika Anda bersedih dan mendengarkan lagu sedih, mungkin Anda dapat merasa lebih baik setelahnya.

Bagi sebagian orang, mendengarkan musik dapat menjadi katarsis yang baik. Saat Anda memiliki perasaan yang tidak dapat dikontrol, musik bisa menjadi motivasi sekaligus meluapkan emosi positif dalam diri Anda.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa mendengarkan musik dapat menjadi salah satu cara yang efektif dalam menghadapi stress. Mendengarkan musik meditative secara spesifik bahkan dapat menenangkan pikiran dan memicu relaksasi

Penelitian lain juga menyebetkan bahwa mendengarkan musik memiliki dampak terhadap respon stress dalam diri manusia, terutama pada sistem saraf otonom. Artinya, orang yang mendengarkan musik cenderung lebih cepat pulih dari stress.

  • Olahraga

Olahraga tidak hanya baik untuk kesehatan fisik Anda, namun juga baik untuk kesehatan mental. Olahraga merupakan pelepasan emosi atau katarsis yang baik. Aktivitas ini dapat memicu pelepasan berbagai hormone di otak seperti endorphin, serotin dan dopamine. Hormone-hormon tersebut berfungsi menimbulkan rasa tenang, mengatasi stress memperbaiki mood hingga dapat mengurangi nyeri.

Inilah salah satu yang menjadikan olahraga sebagai bentuk katarsis yang baik. Jenis olahraga apa pun, mulai dari yang ringan hingga berat dan mulai dari yang membutuhkan alat atau tempat khusus hingga minim biaya seperti lari, bisa digunakan sebagai katarsis.

Melakukan olahraga setidaknya 30 menit dalam lma hari bahkan dapat membantu ANda meredakan gejala kecemasan atau depresi. Manfaat kesehatan mental dari olahraga dan aktivitas fisik lainnya dapat bertahan, jika Anda tetap melakukannya dalam jangka waktu yang panjang.

  • Menulis

Berdasarkan peneletian menulis dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif, menurunkan gejala radang, sendi, asma dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, berbagai studi mengatakan bahwa banyak manfaat menulis bagi kesehatan mental, terutama bagi orang yang sulit mengekspresikan emosi dan isi hatinya.

Banyak psikolog yang menyarankan seseorang untuk menulis, cara ini dapat digunakan untuk melampiaskan perasaan ke dalam kalimat yang bisa dibaca oleh diri kita sendiri. Jika Anda mengalami perasaan yang tidak menyenangkan dalam suatu hari, Anda bisa menceritakan melalui tulisan. Menulis semua perasaan yang dirasakan sampai perasaan Anda menjadi lebih baik.

  • Relaksasi

Relaksasi atau meditasi dapat digunakan sebagai kataris atau pelampiasan emosi. Dalam psikoanalisis relaksai atau meditasi digunakan untuk menangkan diri supaya terlepas dari emosi karena energy dalam diri selalu muncul.

Relaksasi adalah cara untuk melepaskan emosi. Dalam meditasi ini Anda dapat melepas dunia luar yang ruwet untuk meraih kedamaian batin.

Selain contoh katarsis diatas, masih terdapat contoh lain yang dapat Anda lakukan melalui aktivitas lain selama tidak merugikan diri Anda sendiri dan oranglain, contohnya melakukan hobi, melukis, menonton film, memasak dan masih banyak lainnya.

Melepaskan emosi mungkin tidak selalu mudah dilakukan, terutama jika Anda selama ini terbiasa memendam emosi. Meski terkesan sepele, mengabaikan dan memendam emosi bisa berdampak pada kesehatan fisik maupun kesehatan mental Anda, termasuk meningkatkan risiko terjadinya depresi.

Share on :