Insomnia & Migrain Penyebab, Gejala dan Solusinya


Aneh tetapi nyata, sampai saat ini ilmu medis masih belum menemukan penyebab sakit kepala. Obat-obat sakit kepala yang dijual bebas dan sering anda konsumsi itu hanya menghilangkan rasa nyeri. Jadi, sesungguhnya anda tidak sembuh. Hanya tidak “merasa” sakit lagi.

Sakit kepala yang berkepanjangan muncul, hilang, muncul lagi dan hilang lagi. Dalam bahasa “keren” disebut migraine. Beberapa hari yang lalu, saya ketemu dengan seorang anak berusia 11 tahun. Dia pun mengeluh, “I am suffering from migraine.” Anak nule, belajar di sekolah internasional. Tidak heran kalau lebih cepat mengenal istilah “migraine”.

Lebih-lebih lagi istilah insomnia, tidak bisa tidur. Istilah yang satu ini sangat popular. Anehnya, sering kali ketika saya tanyakan, mereka mengaku tidak bisa tidur lebih dari 5 jam. Mereka-mereka ini adalah korban “generalisasi” dan “standarisasi”. Kata dokter, orang berusia sekian sampai sekaian membutuhkan tidur sekian jam. Lalu, pada usia sekian sampai sekian, anda butuh sekian jam. Dan jika jam tidur Anda kurang sedikit saja, Anda pikir sudah kena insomnia.

Itu pandangan yang sangat keliru. Tidur merupakan kebutuhan fisik. Dan jika disik tidak membutuhkannya atau belum membutuhkannya, tidak akan pernah melawan. Saya membaca buku, melakukan sesuatu dan menikmati jam jaga saya. Saya akan melupakan tidur. Saya akan berkerja sama dengan badan. Biasanya, beberapa jam kemudian, saya akan ketiduran. Demikian pengalaman saya. Tetapi, saya tidak menganjurkan untuk Anda. Anda harus memahami sendiri bahasa tubuh Anda dan mengambil keputusan sendiri pula.

Penyebab Insomnia dan Migrain

  1. Psikologi
  2. Panik dan Stress
  3. Gangguan psikosis
  4. Depresi atau gangguan bipolar
  5. Kesehatan
  6. Gangguan otot dan sendi, misalnya radang sendi (artritis).
  7. Gangguan pada organ kemih
  8. Gangguan pencernaan, misalnya GERD
  9. Asma dan penyakit paru obstruktif kronis.
  10. Diabetes.
  11. Gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, menyalahgunakan NAPZA, dan mengonsumsi minuman beralkohol atau berkafein secara berlebihan.
  12. Faktor Lingkungan, seperti suara bising, lampu yang terlalu terang, serta suhu yang terlalu dingin atau terlalu panas, sehingga dapat mengganggu tidur.

Berikut ini beberapa solusi meditasi untuk mengatasi Insomnia dan Migraine.

Solusi Instant

  1. Dengan mata dan mulut tertutup, lakukan humming, dengungan. Penderita migraine bisa melakukan dalam posisi duduk maupun tidur. Dan cukup melakukan selama 5-10 menit. Bagi para penderita insomnia, harus dalam keadaan berbaring. Di atas ranjang dan pada saat Anda ingin tidur. Lakukan selama 15-20 menit. Biasanya, belum selese humming, Anda sudah ketiduran.
  2. Bagi para penderita insomnia khususnya, jika humming selama 25-20 menit tidak juga membantu, lanjutkan dengan berbaring miring ke sebelah kanan. Lakukan pernapasan perut. Tarik napas lewat hidung dan kembungkan perut. Buang napas lewat hidung pula dan kempiskan perut. Satu kali penarikan dan pembuangan dihitung satu ronde. Lakukan 9 ronde. Kemudian, tidur terlentang dan lakukan pernapasan dengan cara yang sama sebanyak 18 ronde. Terakhir, berbaring miring ke sebelah kiri dan lakukan 9 ronde. Belum selesai, Anda sudah pasti ketiduran.

Solusi Jangka Panjang

Selain latihan-latihan yang dianjurkan bagi Solusi Instan ada baiknya Anda melakukan Asana penemuan khas Anand Ashram ini setiap pagi dan sore.

Kita menyebutnya Buddhasana, Postur Buddha, karena Siddhartha Gautama Buddha sering berbaring dalam postur ini. Asana ini tidak hanya membebaskan Anda dari migraine dan insomnia. Tetapi juga dari segala macam pandangankeliru tentang kehidupan. Sekaligus dari ketergantungan pada hal-hal di luar diri. Asana ini sungguh luar biasa. Cobalah dan rasakan manfaatnya!

Berikut ini langkah-langkahnya:

  1. Berebahan miring dengan kepala berstandar pada telapak tangan kanan, seperti dalam gambar. Lengan kiri di atas kaki kiri. Rileks. Jangan tegang. Dalam keadaan ini, bernapas normal, pelan-pelan, santai, sambil menikmati rileksasi yang sedang dialami oleh seluruh badan. Pertahankan postur ini selama masih meraasa nyaman.
  2. Ganti posisi. Kali ini kepala bersandar pada telapak tangan kiri. Santai, rileks. Pertahankan selama masih merasa nyaman.

Untuk satu sesi cukup satu kali setiap posisi. Jika melakukan sendiri, tanpa bimbingan, jangan melakukan lebih dari dua sesi setiap hari.

Baca Juga Cara Siap Hadapi Suka dan Duka

A ZOOM FESTIVAL FOR ALL!!!
13th International Bali Meditators’ Festival!
“May All Beings be Happy & Free of Illness”

Curtain Raiser: Workshop “Yoga Sutra & Kaitannya dengan Perjalanan Jivatma” (bahasa)
Minggu, 25 April 2021 at 08.30 – 11.00 WIB
Only IDR 180K (incl. book)

Klik Disini untuk Registrasi atau Klik pada Gambar

Share on :