Hadapi Stress akibat COVID-19 dengan Memberdaya Diri


COVID-19 merupakan wabah yang sangat berdampak tidak hanya di Indonesia namun di seluruh dunia. Mulai dari pemerintahan, ekonomi, hingga mental. Kondisi memburuk yang disebabkan oleh wabah COVID-19 ini mengakibatkan level stress yang dimiliki oleh setiap orang cenderung meningkat.

Berdasarkan penelitian dari American Psycological Association, stress merupakan pemicu stress paling signifikan pada tahun 2020. Hal ini menunjukkan bahwa banyak orang yang terganggu mentalnya akibat dari wabah COVID-19 yang sampai saat ini belum ditemukan obat penyembuhnya.

Stress merupakan suatu gangguan yang disebabkan oleh system saraf di otak dan gangguan system hormon yaitu hormon endokrin. Hormon stress yang dihasilkan oleh otak akan bertambah saat kita mengalami kondisi berat. Akibat dari meningkatnya hormone stress dalam tubuh seperti badan yang mudah sakit, mudah lelah, sakit kepala, sulit tidur, dan kurang bersemangat.

Lalu bagaimana cara mengatasi stress sebelum terlambat?

Melakukan suatu pemberdayaan diri merupakan salah satu cara yang tepat untuk mengurangi masalah-masalah yang disebabkan oleh stress akibat COVID-19. Pemberdayaan diri dapat dilakukan melalui meditasi.

Meditasi merupakan Latihan yang terfokus pada pikiran yang akan membuat orang yang melakukannya memoliki pikiran dan pandangan yang lebih jernih dan mempertahankan diri agar dapat merasa lebih tenang. Meditasi umumnya dilakukan dengan duduk tenang dan mengatur pernapasan perlahan-lahan selama 15-30 menit.

Stress menghasilkan hormon stress yang dinamakan hormon adrenalin dan norepinefrin yang menyebabkan aliran darah, tekanan darah, dan detak jantung meningkat. Meditasi dapat membantu menurunkan detak jantung juga mengatur aliran dan tekanan darah menjadi lebih normal dari sebelumnya. Meditasi juga cenderung meningkatkan emosi positif pada orang-orang yang rutin melakukannya.

Berikut ini beberapa manfaat dari Meditasi Pemberdayaan Diri:

  1. Meningkatkan focus
  2. Mengurangi emosi-emosi yang buruk atau negative
  3. Meningkatkan kesadaran diri
  4. Membantu diri agar mampu mengelola stress
  5. Mengurangi rasa sakit
  6. Mengurangi kecemasan

Menurut John L. Harte pada penelitiannya yang dicantumkan pada jurnal “The effects of running and meditation on beta-endorphin, corticotropin-releasing hormone and cortisol in plasma, and on mood” menunjukkan bahwa hormone endorfin yang dimiliki oleh meditator lebih tinggi daripada yang dimiliki oleh orang yang tidak melakukan meditasi.

Hormon endorfin adalah hormon yang penting untuk mengelola stress karena dapat menjadi pengilang rasa sakit alami sehingga stress dapat berkurang.

Jadi kesimpulannya, mulailah meditasi pemberdayaan diri mulai hari ini untuk menghadapi dampak stress dari COVID-19.

Baca Juga Gejala Fisik, Psikologis Dan Perilaku Akibat Gangguan Stress

Sumber : Neurospirituality & Neuroscience Puncak Evolusi Kemanusiaan (2010) – Anand Krishna & Dr. Bambang Setiawan

Share on :