Faktor pemicu seseorang mengalami stress ( Stressor )


Ada banyak faktor pemicu yang membuat seseorang mengalami stress. Saat mengalami kondisi tersebut, tubuh akan menunjukkan respon dan perubahan secara fisik maupun mental. Hal ini terjadi secara alami sehingga tubuh melepaskan hormone adrenalin dan kortisol. Jika kondisi ini dibiarkan begitu saja, lama-lama akan membuat seseorang menjadi depresi. Oleh karena itu, mari kita kenali beberapa faktor pemicu stress agar kita dapat terhindar dari stress.

Faktor Pemicu Stress

Ada banyak hal yang dapar memicu stress dalam hidup kita (stressor). Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Masalah Kesehatan seperti penyakit degenerative seperti jantung, stroke, hipertensi, gula darah, kanker dan lain-lain
  2. Trauma kecelakaan lalu lintas
  3. Kelaparan yang hebat
  4. Faktor-faktor psikologis seperti kemarahan, kegelisahan, rasa takut, kelelahan sosial, penghinaan, rasa kecewa, khawatir yang berlebih
  5. Faktor fisik seperti pengerahan tenaga yang terlalu besar, udara panas, udara dingin, infeksi, kelebihan beban kerja dan kurang waktu istirahat
  6. Lingkungan yang tidak sehat seperti ancaman  terhadap rasa aman, hubungan sosial yang burukm konflik, kekerasan dan kekejaman, dan lain-lain
  7. Kejengkelan kecil seperti kemacetan lalu lintas, tugas-tugas yang harus diselesaikan, kebisingan, keramaian dan lain sebagainya
  8. Sifat tamak dan ambisius
  9. Sikap tidak menerima diri apa adanya, selalu membanding-bandingkan dengan orang lain, menilai dirinya secara negative, rasa penuh kekurangan, tidak dapat melihat kelebihan yang dimilliki
  10. Hidup penuh dengan kepura-puraan, tidak jujur, menjalani hidup lain yang tidak sesuai dengan kondisi
  11. Iri hati dan dengki, tidak suka melihat orang lain berhasil
  12. Pendendam, tidak suka dan sulit memaafkan, selalu mengingat kesalahan orang lain
  13. Raa tidak berdaya karena mengalami peristiwa-peristiea yang tidak  dapat dikendalikan seperti meninggalnya anggota keluarga, Kesehatan yang memburuk, anak-anak yang memberontak, perceraaian yang tidak dikehendaki atau diberhentikan dari pekerjaan
  14. Rasa panik karena merasa tak punya banyak harapan untuk memulihkan kebahagiaan yang hilang

Gejala Stress

Stress memiliki 2 gejala yaitu:

1. Gejala fisik

Gejala fisik dapat berupa jantung berdebat, nafas cepat dan memburu, mulut kering, lutut gemetaran, suara menjadi serak, perut melilit, nyeri kepala seperti diikat, berkeringat banyak, tangan lembab, letih yang tak beralasan, merasa gerah, panas, dan otot tegang

2. Gejala Psikis

Keadaan stress dapat membuat orang-orang yang mengalaminya merasakan gejala-gejala psikis seperti cemas, resah, gelisah, sedih, curiga, takut, bingung, salah paham, agresi, labil, jengkel, marah, lekas panik.

Dari beberapa gejala yang telah disebutkan diatas, apakah ada salah satu yang Anda rasakan saat ini dalam diri Anda? Atau Anda melihat gejala ini pada seseorang yang Anda sayangi? Jangan khawatir dan jangan panik. Tidak juga kita menghakimi dan malah menjauhi diri kita dari orang yang kita anggap mengalami gejala ini. Justru berdayakanlah diri kita dengan memahami gejala ini sebagai gejala. Sehingga dengan pemahaman ini kita bisa memulai kebiasaan-kebiasaan baru yang lebih membangun dan positif.

Stress bukanlah hal yang perlu dihindari. Stess harus dihadapi dengan penuh percaya diri. Layaknya pekerjaan, stress bisa di manage dengan Manajemen Stress.

Semua masalah pasti dapat dilewati jika Anda sendiri dapat membuka diri dan mau menghadapi sesuatu secara positif, melatih pemberdayaan diri, dan mencintai apapun yang ada di dalam diri Anda saat ini dengan mengikuti Meditasi bersama AKCJoglosemar.

SEGERA IKUTI!

Kelas Meditasi dan Yoga bersama AKC Joglo Semar

Via ZOOM Online Selama Pandemi

  • Ananda’s Neo Self Empowerment : Setiap Kamis Pukul 19.00
  • Ananda’s Neo Kundalini Yoga : Setiap Rabu Pukul 19.00

Informasi dan Pendaftaran: 087888858858 / 0816677225 / 082227774618

Sumber : Jurnal ESENSI, judul Manajemen stress upaya mengubah kecemasan menjadi sukses oleh Moh. Muslim, https://ibn.e-journal.id/index.php/ESENSI/article/view/93.

Share on :