Dampak Pandemi Covid-19 bagi Kesehatan Mental


Saat ini Pandemi Coronavirus-19 (COVID-19) menjadikan kesehatan mental menjadi isu penting bagi dunia. Dampak pandemic Coronavirus-19 (COVID-19) terhadap resiko gangguan mental antara lain sebagai berikut:

  1. Gangguan kesehatan mental dapat meningkat akibat ketakutan seseorang karena menderita suatu penyakit, akibat seseorang yang takut tertular atau terinfeksi, maupun trauma karena mengalami kehilangan anggota keluarga akibat penyakit.
  2. Tingkat kecemasan dan depresi semakin meningkat pada petugas tenaga kesehatan, khususnya yang melakukan kontak langsung dengan pasien yang terinfeksi penyakit.

Dalam kondisi darurat COVID-19, tenaga medis telah mengalami risiko tinggi untuk terpapar infeksi COVID-19, dikombinasikan dengan situasi kerja yang tidak memadai dalam mengurangi bahaya kontaminasi, beban kerja yang berlebihan, perasaan frustasi, diskriminasi, perasaan terisolasi, kurangnya dukungan kontak dari keluarga dan kelelahan dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan mental.

  1. Dari sektor ekonomi, banyak pegawai yang dirumahkan dan daya beli masyarakat menurun karena kehilangan pendapatan sehingga meningkatkan kecemasan & depresi terutama kelompok rentan secara sosial dan ekonomi.
  2. Dari sektor pendidikan, pelajar harus belajar dari rumah yang merupakan sebuah hal yang belum pernah terpikirkan. Sektor sosial juga sangat terdampak karena pandemi ini seolah membatasi interaksi sosial antar masyarakat dan membuat mereka terkurung di dalam rumah pada waktu yang cukup lama.

Hubungan Otak dengan Kecemasan

Untuk mengingatkan kembali, berikut ini kembali kita tampilkan 3 bagian dari otak kita, yaitu otak reptil, otak mamalia, dan otak manusia. Adalah bagian otak reptil dan otak mamalia yang terkait dengan cemas dan panic attack, utamanya bagian yang disebut sebagai amygdala.

Berdasarkan gambar di atas, dapat kita lihat bahwa manusia dianugerahi otak yang salah satu bagiannya disebut Neo-Cortex (penjelasan tentang Neo-cortex sudah ada pada artikel sebelumnya) . Bagian ini memiliki kemampuan untuk melakukan analisa sehingga respon kita ketika menghadapi suatu permasalahan tidak hanya berdasar sistem fight & flight. Dari hal ini dapat kita simpulkan bahwa rasa cemas yang berlebih dan panik merupakan hal yang secara kodrat dapat diolah dengan memberdayakan Neo-Cortex.

Dalam sudut pandang yoga, Neo-Cortex terkait erat dengan Vigyanmayakosha (lapisan inteligensia/intuisi) yang berada di atas lapisan Manomayakosha (lapisan pikiran dan perasaan termasuk segala jenis emosi seperti cemas dan takut)

Waspada Gejala Gangguan Kesehatan Mental

Asian women sitting on the couch. Women are confused, disappointed, sad and sad.

Berikut adalah beberapa gejala seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental:

  1. Banyak konflik batin : merasa cemas dan takut, menjadi agresif, iri hati dan curiga, suka menyerang bahkan ada yang berusaha membunuh orang lain atau melakukan usaha bunuh diri.
  2. Komunikasi sosial terputus dan adanya disorientasi sosial.
  3. Ada gangguan intelektual dan gangguan emosional yang serius: mengalami ilusi, halusinasi berat dan delusi, dihinggapi khayalan dikejar-kejar.

Berdasarkan informasi dari Katadata, sebanyak 64,8% masyarakat Indonesia mengalami masalah kesehatan mental seperti cemas, depresi, dan trauma selama masa pandemi ini. Bahkan, 1 dari 5 orang pada usia 18-29 tahun memiliki pemikiran “lebih baik mati”.  Hal ini sangat membahayakan, khususnya bagi orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan harus melakukan isolasi mandiri.

Bagaimana cara menajaga Kesehatan mental?

Meditasi!

Portrait of healthy young Asian woman practicing yoga exercises sitting in the bedroom and learning online on laptop at home. Concept of exercise and relaxation, Technology for New normal lifestyle

Salah satu tulisan berjudul Meditation: Process and Effects oleh Hari Sharma (2015) dalam jurnal internasional menyebutkan beberapa manfaat meditasi bagi kesehatan yang telah terbukti secara ilmiah yaitu:

  • mengurangi stress
  • menurunkan kecemasan & depresi
  • mengatasi rasa sakit (baik fisik maupun psikologis)
  • meningkatkan memori

Dalam penelitian berjudul “The Effect of Meditation on Physical and Mental Health in Junior College Students” yang dimuat dalam Nursing Research (Yang, Ke-Ping, dkk, 2009) pada 242 mahasiswa baru sebuah perguruan tinggi di Taiwan menyebutkan adanya perbedaan yang signifikan dalam kondisi fisik dan mental antara kelompok yang menjalankan teknik meditasi dengan yang tidak. Meditasi disebutkan menciptakan keadaan harmoni antara tubuh dan pikiran sehingga membantu menciptakan kesehatan secara holistik.

Sumber: https://amayi.id/index.php/2021/04/11/gangguan-kesehatan-mental-darurat-yang-semakin-gawat/, https://amayi.id/index.php/2021/05/09/cara-jitu-dan-ilmiah-untuk-mengatasi-cemas-dan-panic-attack/.

Share on :