Dampak Memendam Emosi bagi Kesehatan Mental


Ada beberapa cara yang dilakukan oleh seseorang dalam Emosinya. Beberapa orang dapat mengekspresikan emosinya nya, namun bagaimana jika Anda hanya bisa menahan emosi dan hanya menyimpan di dalam hati?

 Ada kalanya, Anda mengungkapkan emosi pada situasi atau seseorang. Disisi lain Anda belum bisa mengekspresikannya saat itu juga. Akhirnya emosi tersebut tidak tersampaikan dengan baik dan hanya menjadi sebuah cerita yang dipendam.

Sebagian orang tidak mengetahui bahwa secara terus menurus memendam emosi bisa membawa Anda pada sebuah kerugian dalam kesehatan. Jika Anda tidak dapat mengatasi emosi itu, emosi tersebut dapat mengganggu kesehatan fisik maupun kesehatan mental Anda.

Apa itu memendam emosi?

Memendam emosi merupakan suatu kondisi dimana pikiran Anda menghindari, tidak mengakui bahkan tidak dapat mengekspresikan emosi dengan cara yang tepat, baik secara disadari maupun tidak disadari. Beberapa emosi yang seringkali dipendam adalah kemarahan, frustasi, kesedeihan. Ketakutan dan kekecewaan.

Apa Dampaknya Bagi Kesehatan Mental?

Meskipun terlihat sepele, memendam emosi akan menyebabkan gangguan pada kesehartan fisik maupun kesehatan mental. Rasa marah memicu tubuh untuk memutuskan bertahan atau melawannya. Perasaan emosi tersebut memicu respons seperti ketakutan, kegembiraan hingga kecemasan. Tubuh akan dipenuhi dengan hormon yang menyebabkan stress, seperti afrenalin dan kortisol.

Hormone adrenalin dan kortisol yang terlalu banyak secara konstan dan terjadinya perubahan metabolism akan terjadi ketika kamu menahan amarah. Sehingga kerusakan pada sistem tubuh mungkin akan terjadi. Berikut ini beberapa dampak  gangguan yang menyerang kesehatan mental:

  • Meningkatkan kecemasan

Emosi yang dipendam secara terus-menerus dapat menyebabkan gangguan kecemasan. Gangguan cemas berkepanjangan mengakibatkan otak menmproduksi hormone stress secara berkala. Hal ini pada akhirnya bisa berdampak negatif pada kesehatan.

  • Kesulitan untuk tidur

Kemudian dampak yang paling terasa saat Anda terlalu banyak memendam emosi adalah gelisah yang kemudian akan menggangu jam tidur Anda sehingga menyebabkan insomnia. Ketika jam tidur Anda terganggu maka dapat mengurangu kkualitas tidurmu dan membuat tubuhnya menjadi kurang beristirahat.

  • Mengakibatkan depresi

Emosi negatif yang tidak tersalurkan dengan baik juga dapat mengakibatkan stress hingga depersi. Jika sudah memasuki tahap ini, emosi negatif akan berubah menjadi perasaan hampa, putus asa, bahkan perasaan ingin mengakhiri hidup.

Gejala yang timbul akibat depresi antara lain adalah sering merasa lelah, sulit tidur pada malam hari hingga kehilanagan ketertarikan pada hal-hal yang biasanya Anda sukai. Depresi juga dapat menyebabkan berbeagai gangguan kesehatan seperti sakit kepala, perununan berat badan hingga gangguan pernapasan.

Kemudian, Bagaimana Mengungkapkan Emosi dengan Cara Sehat?

Padahal pada dasarnya emosi tidak bisa ditekan dan tetap harus dikeluarkan dengan cara apapun, berikut ini adalah cara mengungkapkan emosi dengan cara yang sehat.

Bersikap Positif

Anda mungkin tidak dapat mengubah situasi buruk yang sedang menimpa Anda, namun Anda bisa mengubah sudut pandang Anda untuk melihat situasi tersebut menjadi lebih positif. Cobalah tenangkan diri Anda dengan mengambil napas panjang lalu tutup mata Anda. Sadarilah keberadaan, perasaan dan pikiran Anda saat itu juga termasuk keadaan sekitar Anda. Hal ini dapat membuat And alebih sadar dan bersikap lebih positif dalam merespon segala sesuatu.

Hindari situasi yang memicu munculnya emosi negatif

Hindarilah situasi yang bisa membuat Anda merasakan emosi yang negatif. Contohnya jika Anda mudah kesal saat terjebak macet, setidaknya Anda dapat mengatur waktu untuk berangkat kerja saat arus jalan sedang tidak macet atau berangkat kerja lebih awal.

Bila emosi tersebut dating saat melihat sosial media atau bahkan dating saat bersama oranf-orang tertentu tidak ada salahhnya Anda beristirahat sejenak dari Log in media sosial atau bertemu dengan orang-orang tersebut.

Lakukan meditai secara rutin

Full-length picture of concentrated woman in casual clothes meditating with closed eyes while sitting in lotus pose on the floor isolated over white wall

Melakukan meditasi secara rutin dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengontrol emosi Anda. Meditasi dapat meningkatkan kesadaran terhadap perasaan serta pengalaman yang pernah Anda alami sebelumnya.

Selain itu meditasi sangat bermanfaat meredakan kecemasan dan depresi sambil meningkatkan kemampuan mengatasi stress. Berlatih meditasi pemusatan pikiran secara rutin membantu Anda mengendalikan emosi.

Anda dapat memulai dengan berlatih meditasi dengan bergabung dalam kelas, menggunakan panduan meditasi melalui internet atau berlatih sendiri.

Sumber: https://www.sehatq.com/artikel/hati-hati-menahan-amarah-ternyata-berdampak-buruk-bagi-kesehatan, https://journal.sociolla.com/lifestyle/bahaya-memendam-emosi/, https://www.alodokter.com/jangan-anggap-sepele-ini-bahaya-memendam-emosi#:~:text=Emosi%20yang%20dipendam%20terus%2Dmenerus,%2C%20muntah%2C%20hingga%20kesulitan%20bernapas, https://www.hipwee.com/tips/837716/, https://www.halodoc.com/artikel/dianggap-sepele-menahan-marah-pengaruhi-kesehatan-mental,  https://www.alodokter.com/cara-mengendalikan-emosi-agar-tidak-merugikan-diri-sendiri

Share on :