Dampak Fluoride bagi Kesehatan Tubuh


Fluorida adalah mineral yang secara alamiah ditemukan dalam air, batuan, tumbuhan, dan tanah. Mineral yang kerap disebut dengan fluor ini juga terdapat pada jenis makanan, suplemen untuk diet, hinga menjadi zat tambahan untuk air minum.

Fluoride sangat baik bagi kesehatan gigi, dapat mencegah gigi keropos dan penting dalam pembentukan email gigi pada anak-anak. Karena alasan ini, beberapa negara di dunia – seperti Singapura dan Hong Kong – menambahkan fluoride pada air minum mereka. Inilah mengapa di dua negara tersebut Anda dapat dengan mudah menemukan air mancur untuk minum di pinggir jalan.

Meskipun demikian fluoride juga dapat berdampak buruk bagi diri Anda jika dikonsumsi secara berlebihan. Konsumsi lebih dari 10 mg/l fluoride dapat menyebabkan gigi menjadi fluorosis yaitu keadaan gigi yang menjadi kekuningan/kecokelatan, hingga erosi email gigi. Konsumsi fluoride berlebih juga dapat memberikan efek fluorosis pada tulang, yang dapat menyebabkan kelainan hingga patah tulang.

Berbagai Sumber Fluorida

  1. Produk Perawatan Gigi. Beberapa produk untuk perawatan gigi juga mengandung fluorida, termasuk pasta gigi dan larutan kumur.
  2. Udang. Seratus gram udang segar mengandung 0,2 miligram fluor.
  3. Teh Hitam. Pada jumlah tertinggi, secangkir teh hitam bisa mengandung 1,5 miligram fluor
  4. Kopi. Satu cangkir kopi mengandung 0,22 miligram
  5. Kismis. ecangkir kismis seberat 80 gram mengandung 0,16 miligram fluoride.
  6. Oatmeal. Semangkuk oatmeal matang mengandung 0,16 miligram fluor.
  7. Kentang. Satu buah kentang berukuran sedang mengandung 0,08 miligram fluoride.

Fluride lebih banyak kerugian dibandingkan keuntungannya, antara lain:

1. Memperlemah Kesehatan Tulang

Hati tidak dapat memproses fluoride, sehingga masuk ke dalam aliran darah di mana ia bergabung dengan kalsium yang telah melekat erat dalam sistem kerangka Fluorosis tulang adalah kondisi yang akan memperlemah tulang akibat dari konsumsi fluoride

2. Arthritis

Fluoride telah terbukti menyebabkan pengapuran tulang rawan, jaringan penting untuk kesehatan sendi. Dan dalam studi individu menderita fluorosis, kondisi osteoarthritis lutut sering terjadi.

3. Beracun untuk Tiroid

Yodium dan Fluorida merupakan keluarga senyawa yang dikenal sebagai halogen. Meskipun yodium bermanfaat untuk tiroid, fluoride tidak. Namun, karena kesamaan, tiroid dapat menyerap fluoride bukan yodium. Ini buruk. Fluoride adalah racun bagi sel-sel tiroid, menghambat fungsi dan menyebabkan kematian sel. Selama beberapa dekade, fluoride digunakan untuk mengurangi fungsi tiroid pada individu menderita tiroid yang terlalu aktif Sekarang, kisaran dosis Fluride digunakan dalam fluoridasi air sesuai dengan tingkat biasanya digunakan untuk mengurangi fungsi tiroid.

4. Kalsifikasi /pengapuran kelenjar Pineal

Kelenjar pineal mengatur ritme tubuh dan siklus bangun – tidur, dua fungsi yang sangat penting. Fluoride sangat beracun ke kelenjar pineal, akan terakumulasi dan mengalami kalsifikasi. Bahkan, pada saat rata-rata orang mencapai usia tua, kelenjar pineal mereka akan memiliki kepadatan kalsium lebih tinggi daripada tulang-tulang mereka.

5. Mempercepat Pubertas Perempuan

Kelenjar pineal memainkan peran integral dalam masa pubertas. Penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak perempuan yang tinggal di daerah dengan paparan Fluoride tinggi mengalami pubertas lebih awal dibandingkan dengan anak perempuan yang kurang terkena paparan. Efek merusak Fluoride pada fungsi seksual dimulai di sini

6. Berbahaya bagi Kesuburan Pria dan Wanita

Sebuah hubungan langsung ada antara tingkat kesuburan dan air minum berfluoride. Tingginya tingkat fluoride sesuai dengan penurunan tingkat kesuburan, terutama dengan kadar air minum 3 ppm. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa fluoride mengurangi hormon reproduksi pada betinanya. Pria sama buruknya, mereka yang menderita fluorosis memiliki testosteron rendah dan kesuburan rendah dibandingkan laki-laki dengan paparan fluoride terbatas.

7. Buruk untuk Kesehatan Ginjal

Fluoride adalah racun bagi ginjal dan jumlah penderita penyakit ginjal kronis meningkat telah dilaporkan di daerah di mana air berisi fluoride dengan jumlah banyak.

8. Berbahaya bagi Sistem Kardiovaskular

Penelitian menunjukkan bahwa paparan fluoride menyebabkan peradangan jantung dan aterosklerosis. Penelitian lain telah meneliti efeknya pada tekanan darah tetapi memiliki hasil yang beragam. Terlepas dari itu, meskipun bahwa penyakit kardiovaskular dapat memiliki banyak penyebab, bukti, dan sejarah menunjukkan peningkatan insiden dengan paparan fluoride

9. Efek Kognitif Negatif

The Fluoride Action Network melaporkan bahwa, pada Mei 2013, 43 penelitian telah meneliti efek fluoride pada kecerdasan manusia. Hasilnya memotivasi orang untuk meminimalkan paparan fluoride mereka. Salah satu pengamatan adalah bahwa fluoride berdampak negatif pada perkembangan saraf anak. Anak-anak yang tinggal di daerah dengan paparan fluoride tinggi memiliki hingga lima kali kesempatan lebih besar mempunyai IQ rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak.

Tindakan Pencegahan terbaik:

Dengan demikian, sebaiknya tinggalkan pasta gigi yang ber-Fluoride atau memilih pasta gigi yang minim kandungan Fluoride serta konsumsi air minum yang tidak mengandung Fluoride.


Sumber: https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/manfaat-dan-sumber-fluorida/

Share on :