Berbuat Baik Tanpa Memikirkan Diri Sendiri (People Pleaser)


Apakah Anda termasuk orang yang selalu ingin menyenangkan orang lain? Bahkan, Anda sampai melakukan berbagai cara termasuk sesuatu yang dapat merugikan diri sendiri? Jika Anda melakukan hal tersebut secara terus menerus, mungkin Anda adalah seorang people pleaser. Apa itu People Pleaser? Simak penjelasan lebih lanjut pada artikel berikut ini.

Apa itu People Pleaser?

People pleaser adalah sebuan bagi seseorang yang selalu berusaha menyenangkan orang-orang di sekitarnya dan memiliki kecenderungan untuk melakukan apapun agar orang-orang di sekitarnya tidak kecewa terhadapnya. Seorang psikolog yang berbaris di New Jersey bernama Susan Newman, yang dilansir di Psychcentral menyatakan bahwa people pleaser akan meletekkan kepentingan orang lain di atas kepentingan sendiri. Perkara kebiasaan dari seseorang yang berasal dari keinginan untuk merasa penting dan ingin berkontribusi bagi orang lain.

Lebih lanjut, seorang people pleaser akan mendapatkan rasa aman dan percaya diri lewat persetujuan orang lain. Mereka perlu orang lain menyatakan atau menunjukkan bahwa mereka berharga untuk dapat percaya diri. Apabila ia tidak mendapatkan penerimaan atau pengakuan dari orang lain, seorang people pleaser akan merasa minder, bingung dan pada tahap tertentu merasa diri tidak pantas serta kurang baik.

Tanda-tanda People Pleaser

1.Selalu berkata “Ya” dalam semua permintaan

Mungkin khawatir bahwa mengatakan “tidak” atau menolak permintaan bantuan orang lain akan membuat ia berpikir tidak peduli tentang mereka. Menyetujui untuk melakukan apa yang orang lain inginkan mungkin tampak seperti pilihan yang lebih aman, meskipun sebenarnya ia tidak punya waktu untuk membantu.

Banyak people pleaser setuju untuk melakukan sesuatu ketika ia tidak suka, seperti mambantu orang lain. Namun pola ini dapat menyebabkan masalah karena kebutuhan orang lain lebih penting dari kebutuhan diri sendiri. Dan beberapa orang menyalah gunakan kebaikan dan mengabaikan batas kemampuan seseorang, karena mereka tahu seorang people pleaser akan melakukan apa yang mereka inginkan.

2. Strunggle dengan keaslian

People pleaser sering kali kesulitan mengenali perasaan yang sebenarnya. Ia terus mengesampingkan kebutuhan dirinya sendiri dan sulit untuk mengakuinya. Akhirnya ia tidak yakin dengan apa yang diinginkan atau bagaimana menjadi diri sendiri.

People please mungkin tidak dapat menyuarakan perasaannya dengan sadar bahkan ketika sedang berbicara untuk diri sendiri. Contohnya, menghindar ketika Anda ingin memberitahu teman Anda, bahwa teman Anda tersebut membuat Anda merasa tidak baik-baik saja dan justru Anda memikirkan “Ia tidak bermasud seperti itu, jika saya mengatakan sesuatu, saya hanya akan menyakiti perasaan mereka.” Namun hal ini menyangkal fakta bahwa teman Anda melukai perasaan Anda.

3. Tidak suka Konflik

Menyenangkan orang lain cenderung melibatkan ketakutan akan kemarahan. Kemarahan berarti “Saya tidak Bahagaia”. Jadi people pleaser memiliki tujuan yaitu membuat orang bahagia dan kemarahan memiliki arti bahwa ia gagal menyenangkan orang lain. Untuk menghindari kemarahan, mungkin akan terburu-buru meminta maaf atau melakukan apa pun yang menurutnya akan membuat orang lain bahagia, bahkan saat orang lain tidak marah.

Bahaya menjadi People Pleaser bagi Kesehatan Mental

Biasanya seorang people pleaser akan sangat merasa down atau terpuruk bila tidak bisa menyenangkan orang lain, takut orang lain marah, menghindari mengecewakan orang lain, karenanya seringkali mengorbankan perasaan serta kepentingan sendiri. Bagi seorang “people pleaser”, dipuji, diterima dan mendapatkan pengakuan dari orang lain adalah hal yang paling penting. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan menjadi orang baik dalam bersosialisasi, namun seperti hal lainnya, sesuatu yang berlebihan biasanya bisa memberikan efek yang kurang baik.

Selalu memaksa diri dan berusaha untuk menyenangkan semua orang lain bisa membuat seorang menjadi tekanan, bahkan depresi. Stress biasanya disebabkan karena adanya seseorang mengalami tekanan atau beban yang sudah melampaui kemampuan yang dimiliki. Menjadi people pleaser dalam jangka waktu yang lama dan bila dibiarkan begitu saja akan membuat seseorang bisa terjebak dalam siklus yang sama dan kesulitan menghentikannya.

Sumber: https://tirto.id/mengenal-people-pleaser-dan-cara-mengatasinya-empb, https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/26/210154965/apa-itu-people-pleaser-ciri-dampak-hingga-bagaimana-mengatasinya?page=all dan https://www.soco.id/post/lifestyle/5df87c00f64b257e1941fcef/bahaya-people-pleaser-bagi-kesehatan-mental/.

Share on :