Belajar Mengelola Emosi dengan Meditasi


Emosi bukan  sesuatu yang harus kita musuhi. Tanpa emosi, memang kita dapat menghapus rasa benci dari muka dunia, namun kita juga akan ikut melenyapkan cinta dari hati manusia. Emosi membuat kita gusar, marah, kecewa, gelisah, namun emosi juga yang membuat seseorang menjadi setia, jujur dan lain sebagainya..

Emosi mesti dikelola, diberdayakan…

Terapi EMOTIONAL CULTURING & AURA CLEANSING – Membudayakan Lapisan Emosi dan Pembersihan Aura

Apa yang bisa didapat dari terapi Emotional Culturing ini? Melalui terapi khas racikan Anand Krishna ini, sampah-sampah yang mengendap bagai virus ganas di dalam diri, sudah tiba saatnya untuk dibersihkan, distabilkan, dikelola, dan dibudayakan. Hmmm… menarik sekali. Wajar saja mental emosional sa ya begitu rapuh. Sedikit saja pemicu dari luar, maka mudah terganggu. Nah, sekejap kita harus melupakan dunia luar dan fokus membersihkan sampah-sampah emosi yang terpendam di dalam diri.

Bagaimana Caranya?

Rahasianya adalah; ada tiga “SUARA” awal yang dapat digunakan untuk menstabilkan dan membudayakan lapisan mental emosional kita. Tiga suara awal itu yakni: A – U – M. Suara ‘A’ dibunyikan seperti bunyi E dalam “apEl”.  Ketika memperagakan suara A (apEl) itu, rasanya ada getaran, frekuensi yang bekerja di bagian bawah tubuh saya, sekitar perut dan bagian di bawahnya. Getarannya hangat dan nyaman terjadi di sana – enak sekali.

Lalu suara atau bunyi kedua adalah suara ‘U’, seperti bunyi: “uuuuuuu”. Tanpa tekanan di rongga tenggorokan atau dada. Getaran atau frekuensi “uuuuu” akan terasa di daerah dada, lengan dan punggung serta organ di sekitarnya. Bila saya membunyikan suara ini, getarannya akan membuat dada, pungung dan organ di sekitarnya sangat enak dan hangat. Seketika saya merasakan sentuhan penyembuhan terjadi.

Kemudian suara atau getaran ketiga adalah ‘M’. Menyuarakan suara M atau biasa disebut humming, dilakukan dengan mulut tertutup. Getarannya terasa di sekitar kepala. Semakin stres saya, maka saya akan menyuarakan humming ini (mmmmmm…) dengan kencang. Kepala, organ serta saraf saya serasa dipijat-pijat. Usai membunyikan ketiga suara awal tersebut, dilanjutkan dengan pembersihan aura, sekaligus pembersihan lapisan mental emosional.

Kemudian diakhiri dengan menerima dan menyalurkan energi alam ke seluruh tubuh (lengkap dan detilnya silahkan baca buku SENI MEMBERDAYA DIRI 1, MEDITASI Untuk Manajemen Stres & NEO ZEN REIKI Untuk Kesehatan Jasmani dan Rohani, Anand Krishna – Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 1998, hal 81-91). Ketiga getaran suara ini sungguh sangat mujarab dan ajaib cara kerjanya.

“Waktu pun saya gunakan se-disiplin mungkin. Perlahan-lahan perubahan terjadi. Selama sebulan penuh saya mempraktekkannya. Hasilnya; rasa yang membebani itu berangsur sirna, perasaan lega pun terjadi, pikiran menjadi jernih. Sekarang saya menghadapi segala persoalan dengan pikiran jernih dan emosi yang terkendali. Meskipun situasi yang terjadi tidak selalu seperti yang kita harapkan, namun saya tidak reaktif lagi. Dengan belajar mengelola emosi di Anand Ashram, sejak itu saya mengetahui kapan saatnya membenahi diri, membersihkan diri dari energi-energi negatif yang kita terima” Ungkap David Ezsar Purba – Penulis novel Jayantaka Sang Ksatria Pamalayu dan Kemaharajaan Sriwijaya.

Mengelola dan membudayakan emosi bermakna mempertahankan kejernihan pikiran. Hanya dengan kecenderungan pikiran yang jernihlah kita bisa menerima panas-dingin, asam-manis situasi yang kita hadapi. Kita tidak selalu bisa merubah situasi di luar diri, namun kita bisa menjaga kejernihan pikiran kita berkat terapi kestabilan mental emosi melalui Emotional Culturing & Aura Cleansing di Yayasan Anand Ashram. Maka, mari belajar mengelola emosi di Anand Ashram

Sumber : https://www.kompasiana.com/david-ezsar-purba1/552a4165f17e614d6fd62402/belajar-mengelola-emosi-dengan-meditasi-ala-anand-ashram.

Share on :