Bahaya Self-Injury ( Perilaku menyakiti diri sendiri )


Apa itu Self-Injury?

Self-injury merupakan perilaku menyakiti atau melukai diri sendiri yang dilakukan secara sengaja. Ini merupakan salah satu bentuk dari gangguan perilaku yang terkait dengan sejumlah penyakit kejiwaan.

Self-injury dapat berupa tindakan melukai tubuh dengan benda tajam atau benda tumpul, seperti menyayat atau membakar kulit, memukul tembok, membenturkan kepala, dan mencabuti rambut. Penderita self-injury juga dapat dengan sengaja menelan sesuatu yang berbahaya, seperti cairan deterjen atau obat nyamuk, bahkan menyuntikkan racun ke dalam tubuh.

Penyebab Self-Injury

Self injury biasanya dilakukan untuk melampiaskan emosi yang sedang dialami oleh para remaja, misalnya marah, cemas, stres, depresi, putus asa, atau rasa bersalah yang tidak dapat diatasi dengan baik. Secara umum penyebab self-injury:

  1. Tidak mampu mengatasi masalah dengan baik. Nonsuicidal self-injury (tidak melukai diri sendiri secara fisik) biasanya adalah hasil dari ketidakmampuan untuk mengatasi masalah dengan cara yang sehat, namun dengan rasa sakit psikologis.
  2. Kesulitan mengendalikan emosi. Seseorang sulit mengatur waktu, mengekspresikan atau memahami emosi. Campuran emosi yang memicu bahaya self injury itu kompleks. Misalnya, mungkin ada perasaan tidak berharga, kesepian, panik, marah, bersalah, penolakan, kebencian terhadap diri sendiri atau kebingungan seksualitas.

Faktor Risiko Self Injury

Faktor yang dapat meningkatkan risiko mengalami self injury:

  • Memiliki teman yang menderita self injury. Orang yang memiliki teman-teman yang dengan sengaja mencelakai diri sendiri cenderung juga mulai melukai diri sendiri.
  • Masalah kehidupan. Beberapa orang yang melukai diri telah diabaikan, secara seksual, fisik atau emosional disalahgunakan, atau mengalami peristiwa traumatis lainnya. Mereka mungkin telah tumbuh dan masih berada dalam lingkungan keluarga yang tidak stabil, atau mereka mungkin orang muda yang masih mencari jati diri atau seksualitas mereka. Beberapa orang yang melukai diri secara sosial terisolasi tau dikucilkan.
  • Masalah mental. Orang yang melukai diri sendiri cenderung sangat kritis terhadap diri sendiri dan menjadi pemecah masalah yang buruk. Selain itu, bahaya self injury umumnya dikaitkan dengan gangguan mental tertentu, seperti gangguan kepribadian, depresi, gangguan kecemasan, stres pasca-trauma dan gangguan makan.
  • Minum alkohol atau menggunakan narkoba. Orang yang membahayakan dirinya sendiri biasanya melakukannya saat berada di bawah pengaruh alkohol atau narkoba.

Meskipun self injury biasanya bukan upaya bunuh diri, tetapi dapat meningkatkan risiko bunuh diri karena masalah emosional yang memicu self injury. Pola merusak tubuh pada saat tertekan juga bisa menjadi pemicu bunuh diri lebih mungkin terjadi.

Bagaimana mengatasi risiko Self-Injury?

  • Mencari 1 orang yang dapat anda percayai, ceritakan masalah anda ke dia, pastikan dia adalah sosok yang dewasa dan mampu memberikan advis membangun.
  • Singkirkan semua benda tajam, zat kimia, obat-obatan yang bisa melukai diri anda.
  • Gabungkan diri anda ke kegiatan positif misal klub bersepeda, fotografi, berkuda dst.
  • Olahraga jenis aerobik minimal 150 menint/minggu mis bersepeda, renang, running.
  • Rutin lakukan ibadah, meditasi, yoga, mendengarkan instrumen, pasang aromaterapi di kamar/ruang kerja anda

Sumber : https://www.halodoc.com/artikel/waspada-self-injury-pada-masa-remaja, https://www.alodokter.com/self-injury-gangguan-psikologis-menyakiti-diri-sendiri, https://doktersehat.com/self-injury-penyakit-psikologi-yang-berbahaya/ dan https://www.alodokter.com/komunitas/topic/mengalami-depresi-cukup-lama-apa-bisa-di-sembuhkan-.

Share on :