Anhedonia, Kondisi Sulit Merasa Bahagia


Perasaan sedih seringkali membuat Anda galau dan tidak bersemangat, bahkan perasaan sedih yang berlarut-larut dapat membuat Anda merasa tidak bahagia. Namun, pernahkah Anda merasa sulit untuk bahagia meskipun Anda tidak galau ataupun sedih? Mungkin Anda mengalami Anhedonia. Apa itu Anhedonia? Mari simak penjelasan lebih lanjut pada artikel berikut ini.

Apa itu Anhedonia?

Anhedonia merupakan kondisi yang membuat Anda tidak dapat merasakan kesenangan atas hal yang terjadi dalam hidup Anda. Anda akan kehilangan ketertarikan terhadap hal-hal yang sebelumnya menarik bagi Anda.  Saat mengalami kondisi ini, Anda tidak akan tertarik untuk melakukan kegiatan yang sebelumnya Anda sukai, bahkan itu hobi Anda. Anda juga mula tidak tertarik untuk berkumpul bersama teman-teman, tidak semangat dalam bekerja dan tidak memiliki nafsu makan.

Semua hal yang dulunya membuat Anda merasa bahagia dan puas dengan hidup, kini berubah menjadi hal yang membosankan dan membuat tertekan. Anhedonia adalah salah satu penyebab utama dari depresi, namun tidak semua orang yang depresi mengalami kondisi Anhedonia pada awalnya. Selain muncul paada orang yang depresi, kondisi ini juga dapat dialami oleh penderita penyakit mental lainnya, seperti schizophrenia, psikosis serta anoreksia.

Kaitan Anhedonia dengan Otak

Anhedonia melibatkan berbagai area di otak. Kondisi ini melibatkan perubahan pada tingkat ketertarikan, motivasi, antisipasi, ekspetasi dan upaya dimana semua proses tersebut diregulasi oleh bagian-bagian tertentu di otak. Berdasarkan hasil penelitian yang ada, area-area di otak yang terlibat pada saat seseorang mengalami Anhedonia antara lain:

  • Korteks Prefrontal yang berhubungan dengan perencanaan dan ekspresi kepriadian
  • Amlgdala yang memproses emosi dan terlibat dalam pembuatan keputusan
  • Strlatum yang merupakan area adanya nucleus accumbens yang berhubungan dengan sistem reward
  • Insula yang diduga penting terhadap kesadaran dan pengetahuan mengenai diri sediri

Pada otak manusia, juga terdapat zat kimiawi penghantar persinyalan yang disebut sebagai neurotransmitter. Ketidakseimbangan dari kadar neurotransmitter juga  dapat berkaitan dengan terjadinya Anhedonia. Salah satu neurotransmitter yaitu dopamine yang terlibat dalam jalur reward dan diproduksi dalam jumlah banyak di nucleus accumbens. Selain itu, ekspresi dopamine yang berkurang di striatum ventral pada individu dengan depresi ditemukan berhubungan dengan derajat keparahan dari Anhedonia.

Meskipun demikian, ini bukan tanda dan gejala dari depresi secara keseluruhan. Kaitan antara dopamine dan Anhedonia cukup kompleks. Penurunan kadar dopamine di area otak yang berbeda juga dapat memiliki efek yang berbeda. Anhedonia dapat menjadi gejala dari beberapa gangguan mental salah satunya adalah depresi, serta tidak terlepas pengaruhnya pada otak.

Berbagai Kemungkinan Penyebab Anhedonia

Penyebab terjadinya anhedonia belum diketahui secara pasti. Namun, berbagai riset menunjukkan bahwa munculnya gejala Anhedonia berkaitan dengan perubahan aktivitas sel-sel saraf di otak dan gangguan pada produksi zat kimia di otak yang berfungsi untuk menghasilkan rasa senang seperti dopamine dan serotin.

Anhedonia juga sering kali merupakan gejala dari beberapa gangguan mental, seperti depresi, gangguan kesemasan, skizofrenia, PTSD dan gangguan kepribadiana. Meski demikian tidak semua penderita anhedonia memiliki gangguan kesehatan mental. Selain itu, faktor lain yang dapat menyebabkan seseorang lebih berisiko untuk mengalami Anhedonia diantaranya yaitu:

  • Pernah mengalami peristiwa traumatis sepersi pelecehan seksual atau emosional.
  • Penyakit tertentu, seperti diabetes, demensia atau penyakit parkison
  • Efek samping obat-obatan misalnya penggunaan obat-obatan terlarang
  • Konsumsu alcohol berlebihan

Sumber: https://hellosehat.com/mental/mental-lainnya/anhedonia-penyebab-dan-gejala/, https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3623402/mengenal-anhedonia-apa-yang-sebenarnya-terjadi-di-otak, https://www.alodokter.com/anhedonia-kondisi-ketika-sulit-merasakan-kesenangan,

Share on :